Breaking News:

TRIBUNWIKI

Hariara Nabolon, Pohon Tertua yang Masih Tersisa di Samosir

Warga Lokal, bermarga Samosir, mengatakan, pohon Hariara ini merupakan pohon persatuan Marga Samosir

TRIBUN-MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Seseorang tampak berkeliling diantara akar pohon Hariara milik Marga Samosir yang merupakan pohon tertua di Samosir, tepatnya di Desa Sukkean Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir 

Hariara Nabolon Pohon, Tertua yang Masih Tersisa di Samosir

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Suku Batak Toba kental dengan Pohon Beringin, Jajabi maupun Hariara. Secara spesifik, pohon-pohon ini memiliki makna tersendiri sesuai fungsinya.

Nah, kali ini kita akan mengunjungi Pohon Hariara di Ujung Timur Pulau Samosir.

Lokasinya berada di Desa Sukkean Kecamatan Onan Runggu. 

Warga Lokal, bermarga Samosir, mengatakan, pohon Hariara ini merupakan pohon persatuan Marga Samosir yang telah turun-temurun mereka rawat.

Dulunya digunakan untuk berbagai keperluan aktiviras, termasuk tempat yang disakralkan.

Baca juga: BOBBY Nasution Membatalkan Hasil Seleksi Lelang Jabatan Eselon II di Masa Akhyar Nasution

Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir
Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Pohon ini, kini masuk kategori pohon tertinggi dan terbesar di Tano Batak, Khususnya Pulau Samosir. Bahkan diprediksi sudah tumbuh berabad-abad.

Setidaknya harus ada 15 orang yang bergandengan tangan agar bisa memeluk pohon besar ini. 

Dalam kepercayaan Batak, biasa dilafalkan hariara Sundung di Langit (Hariara Bertajuk di Langit).

Secara sederhana, pohon ini menggambarkan sejarah asal usul manusia turun ke dunia. 

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved