Penyekatan Mudik Sumut di 2021

Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting Sambangi Posko Penyekatan Mudik Doulu: Cegah Klaster Baru Covid

Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Karo agar tetap menjalankan protokol secara ketat jelang Lebaran.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ M Nasrul) 
Wakil Bupati Karo Ajak Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Jelang Lebaran 
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul 
TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Karo agar tetap menjalankan protokol secara ketat di masa menjelang lebaran Idul Fitri mendatang. Dirinya mengatakan, penerapan protokol secara ketat dari masyarakat merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menekan penyebaran wabah pandemi virus corona (Covid-19). 
"Mari kita tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan angka persebaran Covid-19," ujar Theopilus, Minggu (9/5/2021).
Theopilus yang ditemui saat mengunjungi pos pengamanan Ops Toba 2021 di Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, menjelaskan pihaknya dari Pemkab berharap dengan adanya posko mudik ini, dapat menjadi langkah untuk menekan klaster baru penyebaran Covid-19.
Theopilus bilang penyekatan mudik ini juga merupakan program dari pemerintah pusat yang turut ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dan institusi terkait. 
"Kita berharap, dengan adanya penjagaan seprti ini adanya klaster baru penyebaran Covid-19 dapat ditekan," katanya. 
Menjelang lebaran Idul Fitri mendatang, dirinya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Karo menjalani hari raya dengan melakukan silaturahmi secara virtual dengan anggota keluarga yang tinggal berjauhan.
Dirinya mengatakan, meskipun silaturahmi dijalankan dengan gerak yang terbatas namun tidak mengurangi makna dari Lebaran itu sendiri.
Penyekatan Mudik Tanah Karo, Petugas Gabungan Cek Dokumen dan Kesehatan Pengendara yang Masuk Karo

Personel gabungan dari Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, kembali melakukan kegiatan pengecekan bagi pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo.

Pada operasi ini, terlihat personel gabungan turut melakukan pemeriksaan dokumen serta kesehatan dari seluruh pengendara.

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul)
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul) (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul)

Amatan Tribun-medan.com, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang datang dari Kota Medan, turut dilakukan pemeriksaan.

Mulai dari pengecekan daerah asal, tujuan, hingga pengecekan dokumen bebas Covid-19.

Setalah dilakukan pemeriksaan, seluruh pengemudi dan penumpang diminta untuk ke pos untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan awal.

Di pos ini, terlihat petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo lansung melakukan pemeriksaan rapid tes dan rapid antigen.

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul)
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul) (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul)

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, mengungkapkan pemeriksaan ini merupakan kegiatan rutin menjelang lebaran.

Dirinya menjelaskan, pemeriksaan ini juga untuk mengecek kesehatan seluruh masyarakat yang masuk ke Kabupaten Karo.

"Pemeriksaan kesehatan ini, kita lakukan dalam rangka untuk mengecek kesehatan masyarakat yang masuk ke Karo. Kita pastikan mereka ini sehat dan tidak terindikasi terpapar virus corona," ujar Yustinus, di Pos Pengamanan Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Doulu, Minggu (9/5/2021).

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ M Nasrul)
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan pengendara yang akan masuk ke Kabupaten Karo, di Pos Ops Toba 2021 Pos Doulu, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Minggu (9/5/2021). (Tribun-medan.com/ M Nasrul) (Tribun-medan.com/ Muhammad Nasrul)

Yustinus menjelaskan, pemeriksaan kesehatan yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di pos pengamanan ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Terlebih, seperti diketahui sebentar lagi akan masuk musim libur lebaran yang akan tiba pekan depan.

"Ini kita lakukan untuk menekan penyebaran virus corona, kita juga bekerjasama dengan Pemda dan instansi lain," katanya.

Ketika ditanya seperti apa tindakannya jika ada warga yang dinyatakan reaktif, nantinya pihak petugas kesehatan akan melanjutkan dari rapid tes ke rapid antigen.

Kemudian, jika nantinya pemeriksaan tahap awal ini ada pengemudi yang masih reaktif akan diminta untuk putar balik.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap selalu menaati protokol kesehatan, selanjutnya sesuai dengan instruksi dari pemerintah maka masyarakat dilarang untuk melakukan perjalanan mudik.

Berdasarkan data yang didapat, dalam satu hari ini kendaraan yang telah diperiksa oleh personel gabungan sebanyak lebih dari 100 unit.

Di antaranya, kendaraan roda enam sebanyak 20 unit, roda empat sebanyak 150 unit, dan roda dua sebanyak 50 unit.

Kemudian, untuk kendaraan yang diminta untuk putar balik untuk roda enam sebanyak lima unit, roda empat 20 unit, dan roda dua 10 unit.

 
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved