Breaking News:

Jalur Tikus di Sergai Disekat, Polisi dan TNI Berjaga dan Siap Suruh Pemudik Putar Balik

Kasatlantas Polres Sergai AKP Agung Basuni mengakui,  di Sergai banyak  jalur “tikus.”

Tribun Medan/Indra Gunawan
Petugas menghentikan kendaraan yang melintas di depan kantor Kepala Desa Penggalangan, Kecamatan Seibamban, Jumat (7/5). Penyekatan dilakukan di beberapa jalur yang mungkin dipakai warga untuk mengakali larangan mudik. 

SEIRAMPAH, TRIBUN - Penjagaan jalan-jalan “tikus” yang ada di beberapa desa di Kabupaten Serdangbedagai ikut diperketat pada hari pertama diberlakukannya aturan larangan mudik pada Kamis lalu. Selain pihak kepolisian dari polsek, penyekatan juga diikuti pemerintah desa (pemdes).

Salah satu desa yang melakukan penyekatan itu adalah Desa Penggalangan, Kecamatan Seibamban. Di desa ini penyekatan dilakukan di depan kantor desa. Terlihat ada portal yang terpasang untuk mengantisipasi warga luar atau pemudik yang datang. Saat itu, belum ada terlihat pemudik yang melintas dan datang ke desa tersebut.

"Ya, kami pemerintah desa juga disuruh untuk memperketat, makanya hari ini kami lakukan. Mana tahu ada yang melintas dari kampung kita ini pemudik. Kalau memang ada, ya sesuai arahan kan harus disuruh putar balik. Hari ini belum ada pemudik yang melintas," kata Putra, seorang kepala dusun.

Selain melakukan penyekatan, pihak pemerintah desa dan polisi juga turut melakukan sosialisasi agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Banyak masyarakat yang saat itu tidak mengenakan masker disuruh untuk memakainya. Suhu badan orang yang melintas juga diukur.

Kasatlantas Polres Sergai AKP Agung Basuni mengakui,  di Sergai banyak  jalur “tikus.” Meski demikian, ia menyebut jajaran Polsek juga sudah ikut membantu mereka melakukan penyekatan. Jika jajaran Polsek dibantu pemerintah desa, maka Satuan Lalulintas dibantu TNI/ dinas perhubungan dan dinas kesehatan.

Baca juga: Pemudik Diduga Naik Rakit di Sungai Ular Hindari Penyekatan Arus Mudik Lebaran

"Untuk jalur pantai ada polsek karena di sana ada juga pos pelayanan. Dilakukan penyekatan juga. Jadi, tidak hanya pemudik yang naik mobil, tapi juga yang naik sepeda motor kalau terjaring kami suruh balik arah," kata Agung.

Koordinasi dengan TNI

Polda Sumut dan polres jajaran melakukan penyekatan mudik Lebaran 2021 di wilayah Sumut dan perbatasan provinsi. Penyekatan mudik sesuai anjuran pemerintah berlaku sejak Kamis, 6 Mei hingga Senin, 17 Mei 2021.

Terkait penyekatan larangan mudik, Polda Sumut akan berkoordinasi dengan TNI, dinas perhubungan, pemerintah daerah setempat dan stakeholder terkait lainnya. Apabila ditemukan ada masyarakat yang nekat mudik, maka petugas akan memaksa untuk putar balik.

Larangan mudik Lebaran kali ini sebagai upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, dan mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat secara nasional. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama dengan pemerintah kabupaten/kota dan forkopimda menyusun skema peniadaan mudik Lebaran 2021.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved