Breaking News:

Pemudik Diduga Naik Rakit di Sungai Ular Hindari Penyekatan Arus Mudik Lebaran

Tak terlihat pos penyekatan, bahkan personel polisi tak tampak di sekitar lokasi penyeberangan.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Pengendara sepeda motor menggunakan jasa rakit penyeberangan melintasi Sungai Ular di Kecamatan Beringin, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, Jumat (7/5/2021). Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2021, mayoritas pemudik memilih melewati sungai Ular dengan menggunakan jasa rakit untuk mempersingkat waktu tempuh yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kabupaten Serdangbedagai dan Deliserdang. 

LUBUKPAKAM, TRIBUN - Pemberlakuan penyeketan larang mudik yang sudah berjalan sejak 6-17 Mei 2021 menimbulkan pro dan kontra bagi orang yang ingin mudik. Ada yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut, dan ada juga yang tidak mendukung dengan berbagai macam alasan.

Di Kabupaten Deliserdang terdapat lima titik penyekatan, yang dilakukan Polresta Deliserdang. Beberapa lokasi pos penyekatan mudik, yang didirikan Polresta Deliserdang, yaitu, Jalinsum Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagarmerbau, yang merupakan perbatasan Deliserdang dengan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Desa Titibesi, Kecamatan Galang juga perbatasan dengan Sergai.

Selanjutnya pos penyekatan di Desa Timbangdeli, Kecamatan Galang, dan Desa Gunungmeriah Pekan, Kecamatan Gunungmeriah, yang merupakan perbatasan Kabupaten Simalungun dengan lokasi penyeberangan rakit di Desa Sidodadiramunia, Kecamatan Beringin, Sergai.

Penyekatan tersebut tak otomatis membuat pemudik mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan. Mungkin ada yang pernah dengar dengan istilah jalur “tikus.” Jalur ini kerap kali menjadi alternatif bagi pemudik,yang tetap nekat melakukan perjalanan.

Jalur “tikus” memang tidak memiliki ruas jalan yang bagus. Jalur ini sering disandingkan dengan jalan setapak, berbatu, bahkan berlubang dan berlumpur. Namun, hal ini tidak menjadi halangan bagi pemudik agar tiba di tujuan dan bertemu dengan keluarga tercinta.

Walau agak jauh dan jalurnya terkesan memutar, jalur “tikus” juga sering digunakan para pengemudi angkutan umum untuk menghindari hambatan. Tujuannya agar perjalanan mereka mulus. Maka tak salah pada penyekatan mudik 2021 ini, para pengendara memilih jalur tersebut.

Untuk memastikan apakah benar jalur “tikus” kerap menjadi jalur alternatif bagi pemudik untuk lolos dari hambatan, Tribun Medan/www.tribun-medan.com mengamati yang diduga jalur “tikus” yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Deliserdang.

Tampak ada satu rakit penyeberangan yang mangantarkan sejumlah pengemudi menyeberangi sungai menuju ke Desa Wonosari, Kecamatan Pantaicermin, Sergai.

Di lokasi penyeberangan, tampak pengendara sepeda motor silih berganti menyeberang menggunakan rakit. Tak terlihat pos penyekatan, bahkan personel polisi tak tampak di sekitar lokasi penyeberangan.

"Kalau abang tanya ada yang mudik dari penyeberangan ini, saya tidak tahu pasti pengendara sepeda motor mana yang hendak mudik. Rakit ini hanya bisa mengangkut sepeda motor. Mobil tidak bisa," ucap Satria, pengemudi rakit saat ditemui Tribun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved