POSTINGAN Veronica Koman Memanas Setelah Victor Yeimo Diitangkap, DPO Kerusuhan Papua Muncul

Pengacara Veronica Koman muncul di media sosial twitter setelah penangkapan terhadap Victor Yeimo oleh aparat TNI-Polri.

Penulis: Salomo Tarigan | Editor: Salomo Tarigan
istimewa
Pengacara Veronica Koman muncul di media sosial twitter setelah penangkapan terhadap Victor Yeimo: fOTO: Victor Yeimo 

✓ Pengacara Veronica Koman posting komentar di Medsos Setelah Victor Yeimo Diitangkap

✓ Komentar Veronica Koman bikin memanas ditanggapi beragam oleh warganet

Veronica Koman dan Victor Yeimo dinyatakan sebagai buronan (DPO) oleh polisi terkait tuduhan dalang kerusuhan Papua 2019 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengacara Veronica Koman muncul di media sosial twitter setelah aparat TNI-Polri melakukan penangkapan terhadap Victor Yeimo di Jayapura.  

Veronica Koman merupakan pengacara HAM asal Indonesia yang sempat dikabarkan tinggal di Australia. 

Sejak 2019, berawal dari kerusuhan di Papua, Veronica Koman diburu oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena diduga sebagai provokator.

Teranyar, Veronica Koman mengomentari penangkapan Victor Yeimo, Minggu 9 Mei 2021.

Victor Yeimo merupakan pentolan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditangkap pukul 19.15 WIT di Jayapura.

Sama seperti Veronica Koman, Victor Yeimo juga buronan paling dicari aparat TNI-Polri terkait kerusuhan Papua.

Gambar

Tangkapan Layar akun twitter Veronica Koman

Veronica Koman posting komentar di akunnya sebagai berikut:    

Menjijikkan. “Perdamaian di Papua” tulisnya. Padahal ditangkapnya Victor Yeimo justru akan membuat Papua makin bergejolak.

Komentar Veronica Koman ditanggapi warganet beragam dan jadi perbincangan.

Victor Yeimo ditangkap
Victor Yeimo ditangkap (Istimewa)

Victor Yeimo merupakan teman seperjuangan pengacara HAM Veronica Koman.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi atas tuduhan provokatif pemicu kerusuhan Papua dan Papua Barat pada 4 September 2019.

Victor Yeimo merupakan aktivis pentolan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), bersama pengacara Veronica Koman pernah ke gedung PBB Jenewa untuk mendapatkan dukungan.

Victor Yeimo
Victor Yeimo (istimewa)

Baca juga: KPK OTT Kepala Daerah di Nganjuk, Beredar Kabar Bupati Nganjuk Dicokok, KPK Libatkan Bareskrim

Terkait penangkapan Victor Yeimo, Kepala Satgas Operasi Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudusy membenarkan informasi mengenai penangkapan tersebut.

"Iya benar, Victor Yeimo ditangkap pukul 19.15 WIT di Jayapura," kata Iqbal, dikutip TRIBUN-MEDAN.com dari Kompas.com.  

Baca juga: HASIL Liga Inggris Arsenal Menang 3-1 Atas West Brom, Laga Selanjutnya The Gunners Lawan Chelsea

Victor Yeimo telah ditargetkan oleh polisi karena keterlibatannya dengan KNPB dan pimpinannya dalam demonstrasi damai.

Penangkapannya yang terakhir pada 13 Mei 2013 ketika dia berusaha untuk bernegosiasi dengan polisi untuk memperbolehkan demonstrasi, yang diselenggarakan oleh koalisi kelompok HAM dan organisasi masyarakat sipil, untuk berlangsung.

Tujuan demonstrasi itu dalah untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kebrutalan polisi dalam menanggapi acara peringatan Mei 1.

 HASIL Liga Inggris Arsenal Menang 3-1 Atas West Brom, Laga Selanjutnya The Gunners Lawan Chelsea

Buronan paling dicari TNI-Polri Victor Yeimo, akhirnya ditangkap di Jayapura, Papua, Minggu (9/5/2021).

Saat ini Victor Yeimo tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Papua, Kota Jayapura.

"Victor Yeimo aktor kasus kejahatan keamanan negara, yaitu kerusuhan Papua tahun 2019," kata Iqbal.

Iqbal menuturkan, Victor Yeimo merupakan buron yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi sejak 2019 lalu.

Saat itu, Victor terlibat dalam kasus kerusuhan di Papua.

Victor Yeimo Aktivis pro-kemerdekaan

Dilansir dari papuansbehindbars.org, Victor Yeimo, lahir di 1983, adalah aktivis pro-kemerdekaan dan memegang jawatan Sekretaris Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Anggota Dewas KPK Blak-blakan Bilang Tes TWK Pegawai KPK Bermasalah, 75 Pegawai Terancam

KNPB muncul sekitar tahun 2008 sebagai organisasi penyelenggara demonstrasi massa di sekitar Papua Barat menuntut referendum mengenai status politik Papua Barat.

KNPB juga mendukung prakarsa International Parliamentarians dan International Lawyers for West Papua (IPWP dan ILWP).

Dari permulaan penubuhannya, beberapa anggota KNPB terkemuka telah ditangkap.

 Pada tanggal 3 Desember 2008, Buchtar Tabuni ditangkap atas perannya merencanakan demonstrasi pada tanggal 16 Oktober pada tahun itu.

Tidak lama kemudian Sebby Sambom ikut ditangkap.

Pada tanggal 3 April 2009, Mako Tabuni, Yance Mote dan Serafin Diaz ditangkap berkaitan dengan demonstrasi pada tanggal 10 Maret.

Baca juga: KPK OTT Kepala Daerah di Nganjuk, Beredar Kabar Bupati Nganjuk Dicokok, KPK Libatkan Bareskrim

Meskipun kedua demonstrasi berlangsung secara damai, kesemua yang ditangkap dituduh makar dan penghasutan di bawah Pasal 106 dan 160 KUHP Indonesia.

Kasus Buchtar Tabuni adalah yang pertama untuk sampai ke pengadilan.  

Walaupun beliau diputuskan tidak bersalah atas tuduhan makar, divonis dengan penghasutan.

Nampaknya kasus ini telah digunakan sebagai preseden di mana kehakiman menjatuhkan hukuman sama dalam empat kasus yang lain.

Pada saat penangkapannya, Yeimo adalah Wakil Sekretaris Umum KNPB.

Menurut sebuah artikel di situs web Papua Post, Yeimo telah di daftar sebagai orang yang dikehendaki oleh pihak kepolisian sejak Mei 2009.

Sekelompok mahasiswa telah melaporkan bahwa pada tanggal 18 April, rumah keluarganya di Nabire digerebek dan tiga anggota keluarganya ditangkap dan diinterogasi seluruh malam oleh polisi yang mencari informasi tempat beradanya.

Akhirnya pada 21 Oktober 2009 Yeimo ditangkap di sebuah hotel di Abepura oleh anggota polisi dalam operasi sweeping yang tidak ada keterkaitan dengan kegiatan politik.

Yeimo didakwa atas partisipasinya dalam demonstrasi KNPB pada Maret 2009.

Menurut sebuah laporan dari sidang pengadilan yang dilaporkan di surat kabar Bintang Papua, ia dituduh atas sebab berteriak “Papua!” di mana kerumunan menjawab “Merdeka!”, langsung “Otonomi Khusus!” di mana orang banyak berteriak “Tidak!”, dan “Referendum!” yang disambut dengan respon “Ya!”.

 KPK OTT Kepala Daerah di Nganjuk, Beredar Kabar Bupati Nganjuk Dicokok, KPK Libatkan Bareskrim

ARTIKEL LAIN lain di TRIBUN-MEDAN terkait Veronica Koman

ARTIKEL LAIN lain di TRIBUN-MEDAN.com terkait Victor Yeimo

ARTIKEL LAIN lain di TRIBUN-MEDAN.com terkait OPM PAPUA

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca juga: SOSOK Victor Yeimo Rekan Veronica Koman Ditangkap Satgas Operasi Nemangkawi, terkait Kerusuhan Papua

BERITA OTT KPK - Bocoran Pimpinan KPK, OTT Bupati Nganjuk yang Ditangkap Diduga Jual Beli Jabatan

POSTINGAN Veronica Koman Memanas Setelah Victor Yeimo Diitangkap, DPO Kerusuhan Papua Paling Dicari

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved