Breaking News:

Viral Medsos

Ternyata 11 Debt Collector (Mata Elang) Pengancam Serda Nurhadi Semuanya Preman

Diketahui, 11 debt collector itu sudah ditahan dan ditetapkan tersangka di Polres Metro Jakarta Utara.

Editor: Azis Husein Hasibuan
kolase/facebook
Ternyata 11 Debt Collector (Mata Elang) Pengancam Serda Nurhadi Semuanya Preman 

tribun-medan.COM - Polisi mengungkap fakta 11 debt collector alias Mata Elang yang mengancam Serda Nurhadi.

Diketahui, 11 debt collector itu sudah ditahan dan ditetapkan tersangka di Polres Metro Jakarta Utara.

Disebutkan polisi, ke-11 debt collector merupakan preman yang tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

"Ini preman-preman semuanya, tidak sah. Ini mereka ilegal semuanya, tidak punya kekuatan hukum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Senin (10/5/2021).

Yusri menyebut mereka direkrut oleh PT ACKJ. Perusahaan itu awalnya mendapat mandat atau surat kuasa dari PT Clipan Finance guna melakukan penarikan mobil terhadap debitur yang menunggak.

Baca juga: Saya Antar Orang Sakit, Tenangnya Serda Nurhadi, Anggota TNI Dikeroyok 11 Debt Collector: Ditangkap

Koordinator mata elang alias debt collector yang menghakimi Babinsa TNI AD Serda Nurhadi, Hendrik Liatongu, meminta maaf.
Koordinator mata elang alias debt collector yang menghakimi Babinsa TNI AD Serda Nurhadi, Hendrik Liatongu, meminta maaf. (Tribun Medan)

Namun, PT. ACKJ merekrut preman-preman untuk melakukan pekerjaan tersebut, padahal seharusnya mereka merekrut orang-orang yang miliki SPPP.

"Walaupun surat kuasa ada tapi tidak memiliki klasifikasi, keahlian, tidak memiliki dasar-dasar, SPPP-nya tidak ada sama sekali. Jadi itu ilegal," tandasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 1 tahun dan 365 jo 53 KUHP drngan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap kronologi video yang viral beberapa waktu lalu terkait seorang Babinsa Kodim 0502 Jakarta Utara Serda Nurhadi yang dihadang sejumlah debt collector saat sedang menolong warga di sekitar Kelurahan Semper.

Dudung mengatakan kejadian tersebut merupakan perselisihan antara debitur dan beberapa debt collector yang memaksa untuk mengambil kendaraannya.

Baca juga: 11 DEBT COLLECTOR yang Diciduk setelah Mengadang Anggota TNI AD Serda Nurhadi, Ini Tampangnya

Awal mulanya, kata Dudung, Serda Nurhadi pada 6 Mei 2021 sekira pukul 14.00 WIB mendapat laporan dari masyarakat bahwa di depan Kelurahan Semper terjadi kemacetan total.

Kemudian, lanjut dia, ada laporan menyusul bahwa ada masyarakat yang menggunakan kendaraan tengah ribut dengan debt collector.

Atas informasi tersebut, kata Dudung, Nurhadi datang ke lokasi dan berdialog dengan debt collector.

"Kemudian saudara Nurhadi melihat di dalam mobil ada anak-anak menangis dan ada orang tua yang kesakitan. Memang tujuannya adalah ke rumah sakit. Melihat seperti itu maka Serda Nurhadi mencoba mengambil alih kendaraan untuk menyingkirkan agar kemacetan itu tidak terjadi dan kemudian akan mengarahkan ke rumah sakit," kata Dudung saat konferensi pers di Makodam Jaya Jayakarta Jakarta Timur pada Senin (10/5/2021).

Namun karena keterbatasan Serda Nurhadi untuk mengendarai kendaraan yang automatic, kata Dudung, Nurhadi memberhentikan kendaraan di pintu Tol Semper.

Baca juga: DETIK-detik TNI Babinsa Dikeroyok Debt Collector, sampai Memelas: Saya Bawa Orang Sakit Jantung

Hal itu dilakukan karena Nurhadi mempertanyakan jalur tol yang dipilih karena arah awalnya mau ke rumah sakit.

"Nanti pikirannya yang bersangkutan kalau misalnya ke tol, wah ini jangan-jangan dikira kita mau melarikan kendaraan. Walaupun di dalam perjalanan tetap diikuti oleh debt collector," kata Dudung.

Setelah kendaraan tersebut berhenti di pintu Tol Semper, terjadilah perselisihan.

Ketika Serda Nurhadi akan pindah ke kursi belakang, terjadilah perselisihan perebutan kunci dari pemilik kendaraan dengan para debt collector.

"Saudara Nurhadi tidak melakukan apa-apa dan para debt collector juga tidak melakukan kekerasan kepada Serda Nurhadi. Terjadi cekcok itu antara pemilik mobil dengan debt collector," kata Dudung.

Baca juga: Viral Anggota TNI Dikeroyok Debt Collector saat Bawa Orang Sakit, Mobil Dirampas

Setelah itu, kata dia, terjadi kesepakatan akhirnya Serda Nurhadi duduk ke belakang kemudi yang mengendarai adalah pemilik kendaraan yang langsung dibawa ke Polres Jakarta Utara.

Sampai di Polres Jakarta Utara, kata Dudung, kemudian Serda Nurhadi laporan ke piket Polres terkait keributan tersebut agar diselesaikan pihak Polres.

"Setelah itu Serda Nurhadi kembali untuk melaksanakan tugasnya. Saat itu Serda Nurhadi sedang mengumpulkan beras untuk bantuan covid-19," kata Dudung

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi: 11 Debt Collector Pengancam Serda Nurhadi Itu Preman Semua, Tak Punya Sertifikat Profesi, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/10/polisi-11-debt-collector-pengancam-serda-nurhadi-itu-preman-semua-tak-punya-sertifikat-profesi?page=all.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved