Breaking News:

Wali Kota Bobby Nasution Tolak Hasil Lelang Jabatan Masa Akhyar Nasution

Wali Kota Medan Bobby Nasution membatalkan hasil seleksi jabatan untuk lima jabatan eselon II.

Dok. Humas Pemkot Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam rapat pembahasan penjabaran visi dan misi Pemerintah Kota Medan di pada Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan pada Rabu (17/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution membatalkan hasil seleksi jabatan untuk lima jabatan eselon II. Seleksi jabatan ini dilakukan pada masa Plt Wali Kota Akhyar Nasution.

Lima jabatan eselon II yang proses lelangnya telah dimulai sejak Juni 2020 lalu itu adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Asisten Pemerintahan dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Medan, dan Sekretaris DPRD Medan. Namun, ia enggan menyebutkan siapa orang-orang terpilih dalam seleksi jabatan itu.

"Kemarin hasil lelangnya sudah ada. Namun belum bisa keluar SK (surat keputusan) karena waktu itu Plt Wali Kota Medan mengikuti Pilkada. Dan beberapa waktu lalu, hasil lelang itu sudah dibatalkan," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap, Minggu (9/5/2021).

Berdasarkan peraturan, kepala daerah yang mengikuti Pilkada tidak boleh memutasi pejabat enam bulan sebelum penetapan pasangan calon dan enam bulan setelah penetapan pasangan calon terpilih.

"Ini hal yang biasa. Karena kan nantinya pejabat itu kerjanya di bawah kepemimpinan Wali Kota yang baru. Jadi pemimpin berhak menentukan itu," katanya.

Muslim menuturkan, selain lima jabatan yang disebut di atas, terdapat beberapa jabatan eselon II yang sedang kosong termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan.

Ia mengatakan, Pemko belum menentukan kapan seleksi jabatan untuk eselon II akan dilakukan lagi.

"Belum bisa ditentukan jadwalnya. Tapi yang pasti dalam waktu dekat ini," tuturnya. 

Dana APBD Terbuang

Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong mengatakan, pembatalan hasil seleksi jabatan membuat dana APBD terbuang sia-sia.

"Dalam pandangan saya, lelang jabatan eselon II itu dilakukan dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) atau uang rakyat," ujarnya, Minggu (9/5/2021).

Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong
Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong (TRIBUN MEDAN/HO)

Menurut Rudiyanto, proses dan mekanisme lelang yang sudah terjadi ada baiknya untuk dihormati bersama dengan melantik pejabat eselon II yang terpilih tanpa harus membatalkannya.

Selanjutnya, saat Wali Kota ingin melakukan evaluasi dapat dilakukan pergantian OPD dengan cara yang menurutnya lebih elegan dan beretika.

"Dengan alasan yang dikemukakan di atas, dalam pandangan saya, Wali Kota harus menghitung dengan sabar dan profesional. Kalau mau diganti, nanti tunggu setelah dilantik. Jika tak cocok, silakan ganti," ujarnya.
"Kami yakin saudara Wali Kota Medan akan berlaku bijak," pungkasnya. (cr14)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved