Pemakaman Pendeta SAE Nababan

Air Mata Pendeta Debora Tumpah Ceritakan Perjuangan SAE Nababan untuk Kesetaraan Gender di HKBP

Air mata Kepala Departemen (Kadep) Diakonia HKBP Pendeta Debora Purada Sinaga tak terbendung saat mengenang rekam jejak mantan Ephorus SAE Nababan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Maurits Pardosi
Kepala Departemen (Kadep) Diakonia HKBP Pendeta Debora Purada Sinaga mengenang mantan Ephorus HKBP Pendeta SAE Nababan, Selasa (11/5/2021).. 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Air mata Kepala Departemen (Kadep) Diakonia HKBP Pendeta Debora Purada Sinaga tak terbendung saat mengenang rekam jejak mantan Ephorus HKBP Pendeta SAE Nababan.

Pendeta SAE Nababan meninggal dunia pada Minggu (9/5/2021) di Jakarta, dan dikebumikan di pemakaman keluarga di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, Selasa (11/5/2021).

Pendeta Debora menceritakan SAE Nababan merupakan sosok yang memperjuangkan kesetaraan gender dalam pelayanan di Lingkungan HKBP.

"Perjuangan beliau akan terus kami lanjutkan, keadilan untuk pelayanan bagi semua baik laki-laki dan perempuan setara. Kami tidak akan pernah berhenti untuk menyuarakan keadilan," ujarnya saat disambangi di areal pemakaman pada Selasa (11/5/2021).

Secara tegas, ia menyampaikan bahwa almarhum berperan banyak dalam hal kesetaraan pelayanan di lingkungan HKBP.

"Bagiku, dia adalah pejuang keadilan dan keseteraan gender. Beliau selalu menekankan bahwa perempuan di HKBP harus selalu maju dan setara sebagaimana dengan laki-laki," sambungnya.

Baca juga: Jejak SAE Nababan di Masa Konflik HKBP, Tak Gentar Hadapi Jenderal Rezim Orba

Sambil menitikkan air mata, Pendeta Debora mengaku bahwa dirinya bertahan sebagai pendeta atas jasa almarhum Pendeta SAE Nababan.

"Karena perjuangan kesetaraan gender itulah walaupun banyak tantangan dan rintangan, pelayanan perempuan di tengah HKBP, saya boleh bertahan sampai saat ini," ucapnya lirih.

Sebagai perempuan pertama yang ditahbiskan sebagai praeses di HKBP, ia merasa bangga dan memiliki tanggung jawab besar melanjutkan perjuangan almarhum.

"Dengan bangga, saya mengatakan dari kalangan pelayanan pendeta perempuan, sayalah perempuan yang pertama jadi praeses di tengah-tengah Gereja HKBP," sambungnya.

Hingga saat ini, ia masih menduduki jabatan pelayanan sebagai Kepala Departemen Diakonia HKBP hingga tahun 2024 mendatang.

"Saya terpilih jadi praeses pertama perempuan di tahun 2008 sampai 2012, kemudian terpilih pada tahun 2012 hingga tahun 2016 dan pada tahun 2016 saya terpilih menjadi Kepala Departemen Diakonia pada tahun 2016.terpilih kembali hingga periode kedua sebagai Kadep Diakoia pada tahun 2020 hingga tahun 2024," ungkapnya.

Baca juga: INILAH Pesan Terakhir Pendeta SAE Nababan Sebelum Meninggal

Sehingga, ia mengatakan bahwa almarhum adalah inspirasi serta motivasi baginya.

"Semua itu, motivasi, inspirasi dari Oppui Ephorus Pendeta SAE Nababan yang terus menerus menggalakkan kepada kami perempuan bahwa kami harus maju di dunia pendidikan di tengah-tengah Gereja HKBP," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved