Breaking News:

India Lockdown, Bulog Sumut Kehabisan Stok Daging Beku Jelang Lebaran

Tingginya permintaan daging jelang lebaran nulai terlihat di beberapa pasar di kota Medan.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Suasana kios daging yang dipadati pembeli jelang h-2 lebaran di Pasar Sukaramai Medan, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingginya permintaan daging jelang lebaran nulai terlihat di beberapa pasar di kota Medan.

Ternyata tak hanya daging segar, namun daging beku juga turut diminati masyarakat terlebih dengan harga yang terjangkau.

Bulog sebagai pemasok daging beku menjual daging sapi beku seharga Rp 90 ribu dan daging kerbau beku seharga Rp 80 ribu per kg.

Kepala Bulog Kanwil Sumut, Arif Mandu mengakui bahwa kini permintaan daging yang tinggi membuat masyarakat menyerbu daging beku.

"Untuk stok daging beku terakhir di Pasar Murah di Tebing Tinggi. Tapi per hari ini sudah tidak ada lagi stok daging di Bulog. Jadi stok Bulog ini habis," ungkap Arif saat ditemui dalam agenda Sidak di Lotte Grosir, Selasa (11/5/2021).

Dikatakan Arif, saat ini Bulog Sumut belum mendapatkan Supply daging dari India yang masih mengalami lockdown.

"Kendala ini karena terhambat dari pengiriman, karena kantor pusat ini kan impornya dari India. Kita sama-sama tahu, India saat ini sedang mengalami pandemi yang begitu luar biasa sehingga ada terganggu pengiriman. Tapi kalau untuk stok Distributor masih banyak di pasaran," ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (30/4/2021) lalu, Bulog Sumut telah menerima 14 ton daging kerbau dari India, namun dalam jangka waktu tak sampai 2 Minggu langsung kehabisan stok.

Direncanakan, Bulog Sumut akan kembali menerima 14 ton daging kerbau saat pasca idul Fitri.

Lanjutnya, ia juga mengimbau kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan agar perputaran penjualan daging dapat berjalan lancar.

"Saya imbau ke pedagang karena momennya tinggal satu sampai dua hari ini. Setelah lebaran kan biasa-biasa saja. Maksud saya tidak usah simpan stok, lepas saja dengan normal agar stoknya cepat habis," kata Arif.

Namun begitu, Arif menyebutkan bahwa stok beras saat ini dalam kondisi aman berkisar 10.000 ton selama tiga bulan.

"Kalau beras ada 10 ribu ton selama tiga bulan kedepan," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved