Breaking News:

Kepsek MAN 3 Medan Kumpulkan Patungan untuk Sogok Jaksa

Penasihat hukum para terdakwa meminta kepada majelis hakim agar mengeluarkan penetapan penahanan terhadap Kepala Sekolah MAN 3 Medan Nurkholidah Lubis

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Kepala Sekolah MAN 3 Medan Nurkholidah Lubis selesai memberikan kesaksian pada sidang perkara dugaan jual beli jabatan, di Pengadilan Negeri Medan, Senin (10/5/2021). Nurkholidah berperan sebagai perantara terdakwa Iwan Zulham, mantan Kepala Kantor WilayahKementerian Agama Sumatera Utara, H. Iwan Zulhami dan Zainal Arifin Nasution yang mengincar jabatan sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan Nurkholidah Lubis dicecar habis-habisan pada sidang perkara dugaan jual beli jabatan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (10/5/2021).

Pada kasus ini mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara Iwan Zulhami dan mantan Kepala Seksi Kemenag Kabupaten Mandailing Natal Zainal Arifin Nasution menjadi terdakwa.

Nurkholidah Lubis mengungkap fakta yang mencengangkan bahwa dirinya mengumpulkan uang puluhan juta dari beberapa kepala Sekolah di Medan sebagai upaya untuk menyuap jaksa agar kasus ini ditutup.

"Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Ibu Nomor 19, ada namanya Khairul Mahalli. Ini apa kaitannya dengan kejadian jual beli jabatan saat ini?" tanya jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar.

Nurkholidah berkilah tidak mengetahui apa hubungannya pemberian uang tersebut dengan perkara yang tengah disidangkan saat ini.

"Saya tidak tahu kaitannya dengan jual beli jabatan. Saya disuruh Pak Iwan (terdakwa) untuk mengasihkan uang itu ke Pak Khairul," katanya.

Jaksa kembali bertanya siapa Khairul Mahalli dan apa jabatannya di Kementerian Agama. Namun Nurkholidah mengaku ia tidak begitu mengenal Khairul.

"Kalau jabatannya di Kementerian Agama tidak ada, Pak. Saya tidak tahu dia pengusaha atau apa. Tapi yang diperkenalkan Pak Iwan ke kami, dia Ketua Kadin Sumatera Utara," bebernya.

Selanjutnya, Jaksa kembali mencecar untuk apa uang Rp 150 juta diserahkan ke Khairul. Nurkholidah pun akhirnya mengakui bahwa uang itu untuk menutup perkara di Kejati.

"Saya tidak tahu kaitannya. Tetapi kata Bapak itu untuk menyelesaikan masalah," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved