Persiapan Lebaran 1442 Hijriah

Ketua MUI Minta Khotbah dan Bacaan Salat Idul Fitri tak Perlu Panjang-panjang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan agar khotbah Salat Idul Fitri dipersingkat saja, demikian dengan bacaan salat

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
DOK. Humas Pemerintah Kabupaten Langkat
Bupati Langkat Terbit Rencana PA., saat memberikan sambutan usai pelaksanaan salat Idul Fitri, di Masjid Ar-Rahman Dusun II Kampung Baru, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Minggu (24/5/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sergai Hasful Huznain mengatakan bahwa pihaknya menyarankan masyarakat agar salat di masjid saja.

Namun begitu, dia juga tidak melarang jika masyarakat menggelar kegiatan di lapangan terbuka.

Hanya saja, dia meminta agar protokol kesehatan diatur sedemikian rupa, mengingat saat ini masih pandemi Covid-19.

Baca juga: Warga India Baluri Tubuh Pakai Kotoran Sapi Agar Terbebas dari Covid-19, Dokter: Belum Terbukti

"Untuk shaf (barisan) kalau kondisinya yang kita lihat ada pendatang lebih bagus dijarangkan, tapi kalau tidak ada dirapatkan saja. Imam ayatnya jangan panjang-panjang kali juga. Termasuk juga mengenai khotbah tidak boleh juga panjang-panjang," kata Hasful Huznain Selasa, (11/5/2021).

Hasful mengatakan, untuk mempersingkat waktu agar tidak berlama-lama berkumpul, maka khotbah Salat Idul Fitri sebaiknya 10 sampai 15 menit saja. 

"Kemudian tidak boleh takbiran keliling. Terkait zakat diharapkan membayar zakat fitrah tidak bertumpuk di satu masjid atau musala,"

"Bisa panitia amil zakat yang mengantarkan ke rumah masing-masing. Jadi jangan ada lagi fakir miskin yang datang ke masjid, bisa berkerumun nanti. Biasanya kan pakai kupon, ini jangan lagi," kata Hasful. 

Baca juga: CARA MENCEGAH Cegah Covid-19 jika Berada di Keramaian Saat Libur Lebaran 

Berkaitan dengan kasus Covid-19, di Kabupaten Sergai jumlah kasus bertambah sebanyak 7 kasus dari sebelumnya berjumlah 753 kasus.

Hingga 10 Mei 2021 tercatat sudah ada 760 kasus dengan angka kesembuhan 593.

Untuk yang masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri sebanyak 104 orang.

"Kalau yang meninggal 63 orang. Jumlah pelaku perjalanan yang masih menjalani masa pantau selama 14 hari sebanyak 599 orang,"kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sergai, Akmal Koto.(dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved