Serap Keluhan Warga Kampung Nelayan, Bobby Instruksikan Bangun Tanggul untuk Cegah Banjir Rob
Wali Kota Medan berharap, dibangunnya tanggul tersebut dapat membuat warga lebih tenang dan bisa merayakan hari raya Idul Fitri dengan suka cita.
TRIBUN-MEDAN.com – Wali Kota Medan Bobby Nasution menginstruksikan kepada Camat Medan Labuhan Rudi Asriandi untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan agar membangun tanggul di Kampung Nelayan guna mencegah banjir rob atau air pasang.
"Insyaallah, besok saya akan menurunkan alat berat untuk mengerjakan benteng. Sementara ini, benteng akan dibuat dengan tanah, namun dibuat setinggi 4 meter guna mengantisipasi jika air laut pasang sehingga warga tidak mengalami terjadinya banjir rob," ujar Bobby, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Senin (10/5/2021).
Ia berharap, dibangunnya tanggul tersebut dapat membuat warga lebih tenang dan bisa merayakan Idul Fitri dengan suka cita.
Hal tersebut, Bobby sampaikan sebagai solusi usai mendengar keluhan warga terkait banjir rob saat mengunjungi warga Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (10/5/2021).
Dalam kunjungan itu, orang nomor satu se-Medan ini pun langsung meninjau tanggul yang telah dibangun warga seadanya. Menurutnya, tanggul sepanjang 700 meter (m) tersebut tidak akan kuat menahan air pasang.
Oleh karena itu, Bobby meminta pihak terkait untuk membangun dasar tanggul dengan lebar 6 m. Kemudian dari dasar dibangun tanggul kedua dengan lebar 4 m guna menahan air pasang agar rumah warga tidak tergenang banjir.
“Untuk pengerjaan akan dimulai pada Selasa (11/5/2021),” katanya, yang turut didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar dan Camat Medan Labuhan Rudi Asriandi.
Harapan warga Kampung Nelayan
Seperti diketahui, warga Kampung Nelayan sebelumnya berharap agar Wali Kota Bobby dapat mengatasi persoalan banjir tersebut.
Pasalnya, dua bulan sekali rumah mereka selalu menjadi langganan banjir karena benteng yang ada cukup rendah. Akibatnya setiap kali pasang, air langsung melimpah dan menggenangi rumah warga dengan ketinggian lebih dari 1 m.
Warga pun memprediksi, air pasang akan terjadi pada malam takbiran. Meski sudah membuat tanggul seadanya, warga khawatir tidak kuat untuk menahan air pasang.
Salah satu warga Kampung Nelayan Kamal (56) mengatakan, warga telah secara gotong-royong membuat benteng dengan tanah guna mengantisipasi jika air laut pasang.
Terlebih, kata dia, mendekati lebaran warga telah membuat benteng seminggu yang lalu guna mencegah air laut pasang.
"Dalam sebulan di wilayah ini air laut pasang dua kali per enam jam, sehingga warga waspada dan siaga," jelas Kamal, yang juga menjabat Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kampung Nelayan.
Menurutnya, upaya warga membuat benteng dalam mencegah banjir rob tidak maksimal. Hal ini karena benteng yang didirikan tidak tinggi dan tidak kuat sehingga mudah jebol.
“Untuk itu, warga Kampung Nelayan berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memberikan bantuan untuk membangun benteng yang lebih kuat dan kokoh,” imbuhnya.