Stok Daging Beku Terkendala Lockdown India, Minggu Depan Baru Masuk 14 Ton

Bulog sebagai pemasok daging beku menjual daging sapi beku seharga Rp 90 ribu dan daging kerbau beku seharga Rp 80 ribu per kg.

Editor: Eti Wahyuni
HO / Tribun Medan
Katalog Daging beku yang kini dapat dibeli di iPangananDotcom melalui Shopee. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Permintaan daging jelang Lebaran semakin tinggi. Komoditas tersebut kini diburu masyarakat di beberapa pasar di kota Medan. Tak hanya daging segar, namun daging beku juga turut diminati.

Bulog sebagai pemasok daging beku menjual daging sapi beku seharga Rp 90 ribu dan daging kerbau beku seharga Rp 80 ribu per kg.

Kepala Bulog Kanwil Sumut, Arif Mandu mengakui bahwa kini permintaan daging yang tinggi membuat masyarakat menyerbu daging beku.

"Untuk stok daging beku terakhir di Pasar Murah di Tebing Tinggi. Tapi per hari ini sudah tidak ada lagi stok daging di Bulog. Jadi stok Bulog ini habis," ungkap Arif saat ditemui dalam agenda Sidak di Lotte Grosir, Selasa (11/5/2021).

Dikatakan Arif, saat ini Bulog Sumut belum mendapatkan pasokan daging dari India yang masih mengalami lockdown.

Baca juga: Bulog Asahan Simpan Beras Berkutu, Diungkap Bupati Surya saat Sidak Bahan Pangan

"Kendala ini karena terhambat dari pengiriman, karena kantor pusat ini kan impornya dari India. Kita sama-sama tahu, India saat ini sedang mengalami pandemi yang begitu luar biasa sehingga ada terganggu pengiriman. Tapi kalau untuk stok distributor masih banyak di pasaran," ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (30/4/2021) lalu, Bulog Sumut telah menerima 14 ton daging kerbau dari India, namun dalam jangka waktu tak sampai 2 minggu langsung kehabisan stok. Direncanakan, Bulog Sumut akan kembali menerima 14 ton daging kerbau pasca Idul Fitri.

Ia mengimbau kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan agar perputaran penjualan daging dapat berjalan lancar.

"Saya imbau ke pedagang karena momennya tinggal satu sampai dua hari ini. Setelah Lebaran kan biasa-biasa saja. Maksud saya tidak usah simpan stok, lepas saja dengan normal agar stoknya cepat habis," kata Arif.

Di pasar tradisional, persisnya kios daging Pasar Sukaramai Medan dipadati oleh para pembeli, Selasa (11/5). Rata-rata harga daging kini berada di harga Rp 130 ribu- Rp 150 ribu per kg, limpa Rp 160 ribu - Rp 200 ribu per kg.

Ida, penjual daging mengungkapkan bahwa penjualan mulai ramai sejak Senin lalu. "Udah mulai ramai penjualan sejak Senin, adalah meningkatkan 50 persen dibanding Minggu lalu. Ya kita penjual senang lah kan karena dibanding tahun lalu beda jauh," ungkap Ida.

Ida mengakui bahwa semakin mendekati Lebaran harga kian meningkat.

"Memang harga naik karena permintaan tinggi kan, biasa itu memang kalau udah mau dekat Lebaran gini. Kalau untuk stok kita aman nggak ada kendala," ujarnya.

Senada dengan Ida, Rahmat juga tampak sibuk memotong daging yang telah dipesan pelanggan. Di kiosnya, ia menjual daging seharga Rp 135 ribu per kg. "Lumayanlah kalau dibanding tahun lalu. Tahun ini ada meningkat 30-40 persenan lah. Ini udah terjual 100 kilogram," kata Rahmat.

Para pembeli terlihat antusias berburu daging untuk kebutuhan Lebaran, diantaranya Lasmi.

"Biasa beli kami pas udah mau dekat Lebaran. Memang agak mahal ini udah mau dekat tapi ya mau gimana, di tempat lain pun segitu juga," ucap Lasmi.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved