Breaking News:

Roket Hamas Berhasil Jebol Pertahanan Udara (Iron Dome) Israel, PM Israel Marah dan Bombardir Gaza

Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, konflik antara Hamas Palestina dengan Israel kembali memanas.

Editor: Abdi Tumanggor
reuters
Israel membombardir Gaza 

Pemimpin kelompok militan Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan: "Israel telah menembakkan api di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa dan api meluas ke Gaza, oleh karenanya bertanggung jawab atas konsekuensinya."

Serangan roket meluncur dari Gaza yang dikuasai Hamas
Serangan roket Hamas (AFP)
Sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome mencegat ratusan roket yang ditembakkan Hamas dari Gaza Palestina.
Sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome mencegat ratusan roket yang ditembakkan Hamas dari Gaza Palestina. Namun ada juga yang berhasil lolos hingga mengakibatkan ada lima warga Israel tewas (reuters)

Sebanyak 210 roket yang ditembakkan Hamas tersebut tidak semuanya berhasil ditangkis sistem pertahankan udara Israel Iron Dome (kubah besi).

Akibat konflik yang baru-baru ini terjadi, sedikitnya 35 warga Palestina tewas di Jalur Gaza, dan ratusan lainnya terluka saat kerusuhan di Masjid Al Aqsa.

Sementara itu, Israel melaporkan lima warganya tewas akibat serangan roket yang dilancarkan Hamas.

Konflik yang baru-baru ini terjadi menambah catatan panjang tragedi berdarah yang melanda Palestina

Akar dari tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina kini, bahkan bisa dilacak hingga seratus tahun ke belakang.

Bagian I: Kebangkitan Zionisme

Asap mengepul dari gedung Hanadi di Gaza City, setelah serangan udara yang dilakukan Israel pada 11 Mei 2021.(AFP PHOTO/MOHAMMED ABED)

Melansir History, Israel berakar dari gerakan Zionisme, yang lahir pada akhir abad XIX di kalangan Yahudi yang tinggal di wilayah Kekaisaran Rusia.

Pada waktu itu, kaum Yahudi di Kekaisaran Rusia mendambakan berdirinya sebuah negara Yahudi, di mana mereka bisa tinggal dengan damai tanpa persekusi.

Pada 1896, Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi-Austria merilis pamflet berjudul "Negara Yahudi", yang menyebutkan bahwa berdirinya negara Yahudi adalah satu-satunya cara untuk melindungi kaum Yahudi dari persekusi dan anti-Semitisme.

Herzl kemudian menjadi pemimpin gerakan Zionisme, dan menggelar Kongres Zionis pertama di Swiss pada 1897.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved