Breaking News:

Gempa Nias Barat

Getaran Gempa Nias Sampai ke Tapanuli Tengah, Warga Sebut Terasa Sampai Dua Kali

Seorang warga Tapanuli Tengah Sintauli boru Pardosi (45) menuturkan bahwa dirinya merasakan gempa tersebut sebanyak dua kali.

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Randy P.F Hutagaol
BMKG/net
ILUSTRASI - Gempa Bumi mengguncang kawasan Nias Barat pada pukul 13.33 WIB dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR). (BMKG/Net) 

Gempa Bumi Nias Barat Terasa di Tapteng, Taput, dan Toba, Terjadi Dua Kali

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Gempa Bumi yang mengguncang kawasan Nias Barat pada pukul 13.33 WIB dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) ternyata dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput) , dan Toba.

Seorang warga Tapanuli Tengah Sintauli boru Pardosi (45) menuturkan bahwa dirinya merasakan gempa tersebut sebanyak dua kali.

"Dua kali Tad gempanya. Itu kalau enggak salah sekitar pukul 13.30 lah atau lewat sikit. Pas tadi lagi di rumah karena pandemi ini kan. Enggak bisa kemana-mana," ujar warga Desa Sibuluon, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Jumat (14/5/2021).

Ia menyampaikan bahwa warga tidak panik walau gempabumi terjadi sebab getaran di kawasan tersebut relatif tidak kuat.

"Tidak terlalu kuat. Kita berada sekitar 3 kilometer dari pinggir laut. Dua kali gempa ini tidak begitu kuatlah. Tapi, kita enggak tahu juga gimana bagi masyarakat yang ada di pinggir pantai apakah sampai berhamburan," terangnya.

Bukan hanya di kawasan Tapanuli Tengah, masyarakat Tapanuli Utara dan Toba juga merasakan hal sama. Hal ini disampaikan oleh pihak BMKG Silangit.

"Di Tarutung, gempa ini juga lumayan terasa," ujar Forecaster BMKG Silangit Andreas Silitonga.

Di Toba, masyarakat juga merasakan hal sama namun tidak sampai panik. Aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Lebih lanjut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat telah mengirimkan paparan tertulis terkait kejadian tersebut.

"Pada Jumat (14/5/2021) pukul 13.33.09 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam palaran tertulis yang diterima Tribunmedan.id pada Jumat (15/4/2021).

Ia melanjutkan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M = 7,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M = 6,7 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,2 LU dan 96,69 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 125 kilometer arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 kilometer," sambungnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang berada di zona outer-rise.

"Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault)," ungkapnya.

Tambahnya, guncangan gempabumi ini dirasakan di Gunung Sitoli, Kab. Nias III-IV MMI.

"Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Di Banda Aceh III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Di Aek Godang, Aceh Tengah II MMI  atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," lanjutnya.

Ia menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini Tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Hingga Jumat (14/5/2021) pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan sebanyak  3 Kali (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ungkapnya.

Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," sambungnya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," pungkasnya.

(Cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved