Breaking News:

Objek Wisata di Langkat Masih Tetap Beroperasi, Begini Respons Kadisbudpar Elly Rambe

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat terus mengimbau seluruh tempat wisata yang ada agar dapat menerapkan protokol kesehatan

Penulis: Satia
Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com/ HO
Kadis Pariwisata Langkat Nur Elly Heriani Rambe. (Tribun-medan.com/ HO) 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat terus mengimbau seluruh tempat wisata yang ada agar tetap menerapkan protokol kesehatan, selama libur Hari Raya Idul Fitri. 

Artinya, selama libur, pihaknya meminta kepada pengelola objek wisata, agar dapat membatasi jumlah pengunjung yang datang. 

"Kita tetap meminta kepada seluruh pengelola agar dapat membatasi jumlah pengunjung, misalnya kapasitas 1.000 kita minta hanya 500 yang diperbolehkan masuk ke tempat pemandian alam," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Nur Elly Heriani Rambe, melalui sambungan telepon genggam kepada Tribun Medan, Minggu (16/5/2021). 

Destinasi gua-gua di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat
Destinasi gua-gua di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat (TRIBUN MEDAN/DEDY)

EIly bilang selama memasuki libur lebaran, seluruh tempat wisata di Kabupaten Langkat tetap beroperasi seperti biasanya. 

"Kita tidak ada meminta untuk menutup tempat wisata, selama libur lebaran," ucapnya. 

Terpantau, kata dia hingga saat ini, lokasi wisata pemandian alam masih sepi akan kehadiran pengunjung. 

"Kalau lokasi wisata masih terpantau sepi, tapi kita akan terus mencek lokasi wisata yang melebihi batas," katanya. 

OBEK wisata rumah pohon Puncak Adem, Langkat. Objek wisata ini sejak hampir tiga bulan lalu masih belum buka dan saat ini sangat pemilik tengah menunggu kepastian dari pemerintah.
OBJEK wisata rumah pohon Puncak Adem, Langkat. Objek wisata ini sejak hampir tiga bulan lalu masih belum buka dan saat ini sangat pemilik tengah menunggu kepastian dari pemerintah. (TRIBUN MEDAN/RECHTIN)

Menurutnya, apabila kedapatan lokasi wisata yang memperbolehkan pengunjung masuk melebihi aturan, akan diberikan teguran secara bertahap.

Hal ini dilakukan, sebagaimana anjuran pemerintah dalam hal mencegah penyebaran dan penularan wabah pandemi Covid-19 di lokasi wisata, selama libur lebaran.

"Kami akan berikan terguran secara bertahap kepada pengelola apabila menemukan adanya lokasi yang padat akan pengunjung," jelasnya. 

Elly mengatakan, belum dapat menentukan kapan tenggat waktu aturan ini diberlakukan.

Sebab, pihaknya masih melakukan pemantauan di seluruh objek wisata yang ada.

"Kita lihat dulu, apakah nanti bagaimana kunjungan wisatawan, kalau sudah longgar, kita terapkan seperti biasanya," ucapnya. 

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved