Breaking News:

Pembatasan Sementara Kegiatan Masyarakat di Toba Berlaku Sejak 18 Mei 2021

Bupati Toba Poltak Sitorus melarang pelaksanaan pesta dan/atau kegiatan sejenis yang mengumpulkan banyak orang.

TRIBUN MEDAN/MAURITS
BUPATI Toba Poltak Sitorus saat meninjau lokasi penyekatan mudik di Desa Longat Dolok Tolong, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Senin (10/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Bupati Toba Poltak Sitorus mengeluarkan surat terkait  adanya Pembatasan Sementara Kegiatan Masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang berlaku sejak Selasa (18/5/2021) hingga Senin (31/5/2021).

Dalam surat yang dikeluarkan Sabtu (15/5) tersebut, ada empat hal yang menjadi pertimbangan yakni:

instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Selanjutnya Surat Edaran Bupati Toba Nomor 440/1361/Satgas/Covid-19/2021 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Toba dan hasil Rapat Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten Toba tanggal 14 Mei 2021 dan memperhatikan persentase masyarakat Kabupaten Toba, terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang semakin meningkat.

Baca juga: Hari Ke-10 Operasi Ketupat Toba, Polda Sumut Putar Balik 8.333 Kendaraan

Terkait pencegahan dan pengendalian, serta langkah antisipasi dampak yang lebih buruk atas penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tersebut, dalam suratnya tersebut Bupati Toba Poltak Sitorus melarang pelaksanaan pesta dan/atau kegiatan sejenis yang mengumpulkan banyak orang, mengimbau kepada pengurus tempat ibadah agar tidak melaksanakan acara keagamaan di tempat ibadah dan atau tempat lainnya yang menghadirkan banyak orang.

Selanjutnya tempat wisata dan wahana air ditutup untuk para wisatawan/pengunjung, serta untuk rumah makan/restoran/usaha sejenisnya dan café dine in makan di tempat diperbolehkan hanya sampai pukul 20.00 WIB.

"Diatas pukul tersebut, hanya diperbolehkan untuk take away (bawa pulang) dengan waktu operasional sampai pukul 22.00 WIB,” katanya.

"Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 18 Mei 2021 sampai dengan tanggal 31 Mei 2021. Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved