News Video

Kasus Positif Covid-19 Dianggap Meningkat Signifikan, Ini Permintaan Bupati Toba

"Jangan dianggap kami tidak menghargai ibadah. Kami sungguh-sungguh menghargai ibadah, tapi kami juga harus menyadari. Kita harus mengajak masyarakat,

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: heryanto

Kasus Positif Covid-19 Dianggap Meningkat Signifikan, Ini Permintaan Bupati Toba

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Dinilai angka Covid-19 meningkat tajam di Kabupaten Toba, Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan beberapa hal, antara lain:

1. Dilarang melaksanakan pesta dan/atau kegiatan sejenis yang mengumpulkan banyak orang.

2. Dihimbau kepada pengurus tempat ibadah, agar tidak melaksanakan acara keagamaan ditempat ibadah dan atau tempat lainnya, yang menghadirkan banyak orang.

3. Tempat wisata dan wahana air ditutup untuk para wisatawan/pengunjung.

4. Untuk Rumah Makan/Restoran/Usaha Sejenisnya dan café dine in makan ditempat diperbolehkan hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Dalam konferensi pers, ia secara tegas menyampaikan ulang alasan penutupan tersebut.

"Dengan melihat keadaan Toba, kita harus serius menanganinya karena peningkatan yang sangat signifikan penyebaran Covid-19 ini. Kami minta begitu, kami minta agr ditutup dulu. Tapi bisa dilakukan online. Online aja, kita udah pernah lakukan begitu," ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Bupati Toba pada Senin (17/5/2021).

"Dengan keadaan sekarang, jauh dari situasi dulu. Dulu, cuman 1 atau 2 orang aja yang kena. Sekarang, sudah 104. Jadi online saja, hati ini yang penting. Mohon kerjasamanya pendeta-pendeta,"

Dengan menyampaikan hal tersebut, ia menyampaikan dirinya tetap menghargai ibadah.

"Jangan dianggap kami tidak menghargai ibadah. Kami sungguh-sungguh menghargai ibadah, tapi kami juga harus menyadari. Kita harus mengajak masyarakat," ungkapnya.

Ia juga menyinggung soal pembatasan tempat tongkrongan yang diberlakukan hingga Senin (31/5/3021).

"Nah, itu sudah kita minta supaya pukul 20.00 WIB, tutup operasinya. Tapi,kalau misalkan pelayanan makanan mau dilayani secara online take away, ya silahkan. Silahkan. Kalau datang untuk belanja di situ, kami minta pukul 20.00 WIB sudah tutup," tuturnya.

Bila pemilik membandel, pihaknya akan menutup.

"Ya, untuk pemilik, tugas kita dari Satpol PP, Polisi dan dari Dinas Koperindag akan turun ke sana menutup usaha itu," terangnya.

"Tolong, jangan dipaksa kita untuk menutupnya. Ini demi anak dan keluarga kita," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved