Breaking News:

Menyusuri Sejarah Lubang Jepang, Tempat Menyeramkan dari Masa Perang Dunia II

Lubang Jepang di Bukittinggi merupakan salah satu lubang yang terpanjang di Asia mencapai lebih dari 6 kilometer.

Tribun Medan/HO
Wisatawan menyusuri Lubang Jepang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang ini dibuat untuk perlindungan pada masa perang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Lubang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan sebagai tempat berlindung yang dibangun tentara Jepang untuk kepentingan pertahanan pada masa Perang Dunia II.

Pembuatan Lubang Jepang menggunakan tenaga kerja Indonesia di bawah paksaan tentara Jepang.

Lubang Jepang dibuat atas instruksi Letjen Moritake Tanabe Panglima Divisi ke 25 Angkatan Darat Balatentara Jepang. Konon mampu menahan letusan bom seberat 500 kg.

Baca juga: DESA MATI di Kaki Gunung Sinabung, Tak Ada Penghuni, Terasa Angker Hingga Buat Bulu Kuduk Merinding

Konstruksi lubang ini dikerjakan sejak Maret 1944 dan selesai pada awal Juni 1944 dengan total pembuatan selama kurang lebih 3 tahun dengan kedalaman mencapai 49 meter di bawah permukaan tanah.

Lubang Jepang di Bukittinggi merupakan salah satu lubang yang terpanjang di Asia mencapai lebih dari 6 kilometer.

Beberapa tembus di sekitar kawasan Ngarai Sianok, Jam gadang yang terletak di samping Istana Bung Hatta, dan juga di Benteng Fort De Kock yang masuk di wilayah Kebun Binatang Bukittinggi.

Saat ditemukan pertama kali pada awal tahun 1950, pintu Lubang Jepang hanya 20 cm dengan kedalaman 64 meter. Lalu setelah dikelola dan dibuka secara umum oleh pemerintahan setempat pada tahun 1984, mulut lubang tersebut dibuat lebih nyaman untuk dilalui.

Sayangnya dinding telah ditutup semen dan di bagian dalam juga banyak divariasikan untuk memasang panel listrik sehingga kehilangan bentuk aslinya.

Lubang Jepang yang dibuka hanya kurang dari 1,5 kilometer sehingga hanya membutuhkan paling lama 20 menit untuk sampai di ujung jalan.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved