Breaking News:

Peredaran Uang Kartal di Sumut Meningkat 26 Persen

Berdasarkan data yang dihimpun BI KPw Sumut, nominal uang yang paling diminati mayarakat Sumut untuk ditukarkan adalah pecahan uang Rp 2.000 dan Rp 5.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/ Fredy Santoso
Seorang nenek penyedia jasa penukaran uang baru sedang menunggu pembeli di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (8/5/2021). (Tribun-medan.com/ Fredy Santoso) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Realisasi pemenuhan uang kartal di Sumut tumbuh positif pada periode Ramadan dan Lebaran tahun 2021 yang mengalami kenaikan hingga 26 persen menjadi Rp 9,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi ini merupakan akumulasi pemenuhan uang kartal dari tiga Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia, yakni KPw BI Sumut, KPw BI Pematangsiantar dan KPw BI Sibolga.

Sebelumnya, BI memprediksi peningkatan uang kartal periode Ramadan dan Lebaran tahun ini di tiga KPw tersebut sebesar Rp 7,6 triliun.

Sementara, untuk KPw BI Prov Sumut, pemenuhan uang kartal meningkat hingga 89 persen menjadi Rp 4,9 triliun dari proyeksi sebesar Rp 2,6 triliun.

Baca juga: Kesempatan Cuma Tinggal Besok, Buruan Daftar Lowongan Kerja di Bank Indonesia, Ini Syarat Lengkapnya

"Uang kartal yang beredar di wilayah kerja KPw BI Sumut adalah 89 persen uang pecahan besar (UPB) atau sebesar Rp 4,4 triliun sedangkan uang pecahan kecil (UPK) berkisar 11 persen atau sebesar Rp 535,6 miliar," kata Kepala BI KPw BI Sumut Soekowardojo, Senin (17/5/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun BI KPw Sumut, nominal uang yang paling diminati mayarakat Sumut untuk ditukarkan adalah pecahan uang Rp 2.000 dan Rp 5.000.

Ada pun, UPB terdiri dari pecahan Rp 100.000, Rp75.000 dan Rp50.000. Sedangkan UPK terdiri dari Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

Dikatakan Soeko, dari realisasi ini dapat dilihat daya beli masyarakat Sumatera Utara pada Triwulan II-2021 diperkirakan membaik dibandingkan Triwulan I-2021.

"Salah satu faktor pendorong membaiknya daya beli masyarakat adalah meningkatnya ketersediaan lapangan kerja. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu menyebabkan pelaku usaha untuk merumahkan atau melakukan PHK terhadap pekerjanya," kata Soeko.

Soeko menilai pertumbuhan positif ini didukung oleh peningkatan pengendalian pandemi Covid-19, dengan program vaksinasi.

Hal ini juga didukung oleh diterbitkannya peraturan pelaksanaan dari UU Cipta Kerja maka. Soeko menyebutkan bahwa keyakinan pelaku usaha semakin meningkat dan kembali melakukan rekrutmen tenaga kerja.

Selain itu, Pada Triwulan II-2021, seluruh komponen utama perekonomian, baik dari sisi permintaan mau pun penawaran diprakirakan akan menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan Triwulan I-2021.

Secara sektoral, perdagangan besar dan eceran diprakirakan menjadi sektor yang paling bertumbuh signifikan pada Triwulan II-2021.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved