Breaking News:

Biaya Vaksin Gotong Royong Dinilai Terlalu Mahal, Sekretaris Apindo Sumut: Jangan Lagi Ambil Profit!

Awalnya, beberapa perusahaan memprediksi harganya itu Rp 500 ribu untuk dua dosis. Ternyata harga yang ditetapkan pemerintah mencapai dua kali lipat.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Liston Damanik
reuters
Vaksin Sinopharm yang dipakai untuk program Vaksin Gotong Royong. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah mulai menjalankan vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan perusahan per hari ini, Selasa (18/5/2021).

Dalam program ini, karyawan perusahaan akan mendapatkan vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Corona Virus Disease 2019
(COVID-19).

Adapun harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa mengungkapkan bahwa harga yang ditetapkan oleh pemerintah dinilai relatif mahal.

"Ini jadi dilematis. Awalnya banyak perusahaan yang berminat untuk vaksin gotong royong tanpa tahu harganya. Perusahaan ini memprediksi harganya itu Rp 500 ribu untuk dua dosis. Tapi ternyata dua kali lipat," ungkap Laksamana, Selasa (18/5/2021).

Saat ini, Apindo Sumut menaungi 1.080 perusahaan. Dikatakan Laksamana, sudah ada beberapa karyawan yang ikut vaksinasi gratis dari pemerintah. Namun begitu, ia juga menekankan bahwa vaksinasi ini bukanlah menjadi kewajiban perusahaan namun bentuk dukungan kepada pemerintah.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Begini Cara Mendapatkan atau Membelinya

"Adanya program ini bukan berarti hak dan kesempatan vaksin gratis dari pemerintah itu dihilangkan. Sekarang banyak timbul anggapan seakan itu kewajiban perusahaan,," lanjutnya.

"Seharusnya vaksin pemerintah juga diprioritaskan ke pekerja industri yang merupakan tulang punggung penggerak perekonomian pada masa pandemi Covid-19," tambahnya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Sumatra Utara Laksamana Adiyaksa
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Sumatra Utara Laksamana Adiyaksa (HO/tri bun medan)

Terkait Keputusan Kemenkes NOMOR HK.01.07/MENKES/4643/2021 mengenai ketetapan harga Vaksin Gotong Royong, Laksamana juga mempertanyakan adanya pernyataan tertulis mengenai harga yang sudah termasuk keuntungan sebesar 20 persen dalam SK tersebut.

"Di dalam SK itu ada margin keuntungan 20 persen lagi. Ini bencana nasional. Harusnya dengan ini didukung dengan gotong royong perusahaan, jangan lagi diambil profitnya. Jadi ini membuat perusahaan berpikir dua kali untuk ikut, banyak juga yang bingung karena biaya enggak sedikit apalagi pandemi gini cashflow perusahaan juga terganggu," ujarnya.

Terkait hal ini, Apindo mendukung pelaksanaan vaksinasi ini namun meminta pemerintah untuk dapat menekan harga agar perusahan dan pemerintah dapat bersinergi dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini.

"Kalau untuk kepentingan bangsa mengentaskan bencana harus transparansi dan buat harga semurah-murahnya. Dulu hangat pembahasan ini, waktu sudah tahu harga ini jadi adem-adem ayem. Kita berharap untuk kedepankan rasa sosial tidak untuk kepentingan sarana bisnis," pungkasnya.

Hingga saat ini, Apindo Sumut juga sudah menginformasikan kepada seluruh perusahaan yang menjadi anggota terkait pendaftaran vaksinasi gotong royong sesuai dengan kemampuan perusahaan.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved