Breaking News:

Tekan Mobilitas Masyarakat, Tim Gabungan Pemkot Medan Gelar Penyekatan Kendaraan secara Acak

Penyekatan dilakukan untuk melihat apakah masyarakat pendatang dengan tujuan Kota Medan dalam kondisi sehat atau tidak.

Penulis: Dwi Nur Hayati (CM)
Editor: Mikhael Gewati (CM)
Dok. Humas Pemkot Medan
Petugas gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan saat memeriksa setiap pengendara yang masuk ke Kota Medan di pos cek poin penyekatan, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (17/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com – Salah satu petugas gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan Komisaris Polisi (Kompol) Efendi Sinaga mengatakan, penyekatan yang dilakukan pihaknya guna mengurangi mobilitas masyarakat pendatang menuju Kota Medan.

Artinya, kata dia, penyekatan dilakukan untuk melihat apakah masyarakat pendatang dengan tujuan Kota Medan dalam kondisi sehat atau tidak.

"Kami melakukan penyekatan dengan pola memberhentikan kendaraan secara acak. Untuk pengendara akan dilakukan pengukuran suhu tubuh. Apabila terdapat masyarakat dengan suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius maka akan dilakukan awab antigen," ujar Efendi, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Selasa (18/5/2021).

Sementara itu, lanjut dia, bagi masyarakat yang telah melalui pemeriksaan, maka akan persilahkan untuk melanjutkan perjalanan.

Pernyataan tersebut Efendi sampaikan saat memeriksa setiap pengendara yang masuk ke Kota Medan di pos cek poin penyekatan, di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (17/5/2021).

Selain di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, penyekatan juga dilakukan di Jalan Sisingamangaraja, kawasan Amplas dan Jalan Gatot Subroto. Tepatnya di kawasan Simpang Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal.

Sebelumnya, jadwal pengoperasian kembali itu merupakan hari terakhir penyekatan dari tim gabungan Pemkot Medan. Namun, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) memperpanjang penyekatan kendaraan hingga Senin (24/5/2021).

Adapun petugas gabungan tersebut, di antaranya Polisi Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.

Terkait penyekatan, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kepada para pengendara satu persatu. Setelah itu, petugas menanyakan darimana dan tujuan mereka ke Kota Medan.

Selain tujuan, petugas gabungan juga mewajibkan para pengendara untuk menjalani prosedur yang ditetapkan. Prosedur ini, di antaranya adalah pengecekan dokumen perjalanan, suhu tubuh dan tes swab bagi pengendara dengan suhu tubuh diatas 37 derajat Celcius.

Kemudian, bagi pengendara yang telah menjalani prosedur diarahkan untuk kembali melanjutkan perjalanannya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan beberapa pelanggaran. Salah satunya adalah penumpang bersembunyi di atas atap angkutan umum dengan menggunakan terpal.

Petugas pun lantas meminta warga tersebut untuk turun dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Tak hanya itu, supir angkutan umum pembawa para penumpang juga mendapatkan sanksi berupa hukuman push up. Hal ini diberikan karena telah melanggar aturan berlalu lintas dan bisa membahayakan keselamatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved