Umat Diajak Teladani Almarhum Pastor Frietz Tambunan

Panitia Penghormatan Kepada RD Dr Frietz R Tambunan menggelar Misa Arwah 1 Tahun Berpulangnya RD Frietz R Tambunan.

TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO HASUDUNGAN PURBA
Paduan Suara Credo mempersembahkan lima lagu dalam misa arwah Satu Tahun Berpulangnya RD Frietz R Tambunan, di Gereja Katedral Keuskupan Agung Medan, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Panitia Penghormatan Kepada Alm. RD. Dr. Frietz R. Tambunan menggelar Misa Arwah 1 Tahun Berpulangnya RD. Frietz R. Tambunan, di Gereja Katedral Keuskupan Agung Medan, Sabtu (15/5/2021).

Misa yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan ini dihadiri puluhan jemaat yang merupakan kolega-kolega almarhum selama menjadi imam di Sumatera Utara.

Rangkaian misa arwah ini diisi dengan misa arwah yang dipersembahkan rekan almarhum yakni RD. Bernard Sijabat, RD. Eko Sebastian, RD. Sesarius Petrus Mau, RP. Godlif Sianipar, Ph.D, dan RD. Blasius Ola Doren. Misa arwah diisi dengan pembukaan, doa tobat, bacaan I (Kisah Para Rasul 18: 23-28), bacaan Injil (Yohanes 16: 23b-28), doa umat, doa syukur agung, Bapa Kami, Agnus Dei, komuni, dan berkat penutup. Sedangkan homili dibawakan RD. Sesarius Petrus Mau.

RD. Bernard Sijabat dalam pembukaannya menyampaikan, Pastor Frietz R. Tambunan yang kita kasihi dan hormati sudah selesai berziarah di dunia ini. Tugas dan harapan perutusan sedikit banyak sudah dituliskan dalam sejarah hidupnya di manapun dia berkarya untuk kita kenang dan lanjutkan dalam tugas dan karya kita.

Masih banyak cita-cita dan impiannya yang belum terlaksana, namun kita sangat yakin bahwa tugas dan karyanya akan dilanjutkan oleh penerusnya. Rasa haus dan kerinduan yang dalam akan kita wartakan dalam doa dan nyanyian yang syahdu.

“Setelah satu tahun Pastor Frietz R. Tambunan meninggalkan dunia ini, kita ingin mengenang dan berdoa sekaligus ingin menyentuh dengan kasih hati setiap insan di dunia untuk selalu berbuat baik dan mengasihi sesama manusia, Seperti dalam injil disampaikan, sebab bapa sendiri mengasihi kamu karena kamu telah mengasihi aku dan percaya. Dan kita percaya dalam iman bahwa saudara kita Pasor Frietz R. Tambunan dalam api penyucian dan kita berdoa bagi jiwanya,“ kata RD. Bernard.

Sementara RD. Sesarius dalam homilinya mengatakan, dalam waktu satu tahun ini, dirinya secara pribadi sama sekali tidak pernah didatangi Pastor Frietz, entah itu dalam bayang-bayang atau juga dalam mimpi. Namun, kadang-kadang dirinya berharap, almarhum akan datang, sekurang-kurangnya dalam mimpi dan menyampaikan entah apapun dan mengisahkan kesempatan-kesempatan ketika pernah bersama.

“Akan tetapi, meskipun beliau tidak hadir dengan cara-cara yang demikian, saya kembali mencoba mengenang dan mengingat beliau dengan peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman kebersamaan kami. Bagi saya empat tahun itu waktu sudah cukup untuk bisa menemukan sesuatu yang cukup berarti dari diri seseorang untuk kehidupan saya pribadi maupun kehidupan bersama,” katanya.

RD. Sesarius mengatakan, Pastor Frietz adalah tokoh sekaligus pendahulu yang patut dan layak untuk diteladani. Pastor Frietz adalah pendahulu yang telah kembali ke hadirat Allah Bapa di surga dan telah meninggalkan dunia untuk kembali kepada Bapa yang memilikinya.

“Pada kesempatan ini, saya mengajak semuanya untuk bersama-sama mencoba untuk kembali mengenang dan mengingat almarhum dan meneladani segala hal–hal baik yang pernah beliau tunjukkan dan nyatakan dalam hidup. Saya pun percaya, beliau sudah berbahagia di surga karena dia orang baik, ia dikasihi dan dicintai Allah,” katanya.

Perwakilan Panitia Penghormatan, Ida Gultom mengatakan, setelah misa arwah, rangkaian acara dilanjutkan dengan mini konser oleh Paduan Suara Credo Medan yang membawakan lima buah lagu. Sebagian lagu yang dibawakan merupakan lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh almarhum yakni: Mari Puji Tuhan dan Terimakasih Tuhan

“Selanjutnya dilakukan ziarah dan tabur bunga di Pemakaman Imam Projo Kompleks Gereja Santo Fransiskus Xaverius Paroki Simalingkar B. Panitia saat ini sedang mempersiapkan penulisan biografi almarhum dan rencananya akan dilaunching bersamaan dengan konser Paduan Suara Credo tanggal 18 Desember 2021,” kata Ida.

Almarhum Pastor Frietz Tambunan meninggal dunia tanggal 12 Mei 2020 karena sakit. Sebelum meninggal, almarhum masih menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Medan periode 2016-2020. Selama menjalani tugas imamat, almarhum pernah ditugaskan di Gereja Katedral, Paroki Kristus Raja, Paroki Pangkalan Berandan, dan menjadi pengurus beberapa lembaga sosial dan pendidikan di lingkungan Keuskupan Agung Medan (KAM). (top/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved