News Video

Erupsi Jelang Subuh, Sinabung Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 3.500 Meter

Jika melihat dari data yang didapat, erupsi kali ini tergolong cukup besar dengan durasi getaran yang cukup lama. Armen menjelaskan, erupsi yang

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: heryanto

Erupsi Jelang Subuh, Sinabung Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 3.500 Meter

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi pada Rabu (19/5/2021).

Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung ini. Dirinya mengatakan, kali ini Sinabung mengalami erupsi sekira pukul 04.48 WIB jelang subuh.

"Benar tadi menjelang subuh, Gunung Sinabung mengalami erupsi sekira pukul 04.48 WIB," ujar Armen.

Armen menjelaskan pada erupsi kali ini, pihaknya mencatat Sinabung kembali mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak gunung. Ia menjelaskan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah timur dan selatan.

"Untuk tinggi kolom abunya cukup tinggi, mencapai 3.500 meter di atas puncak gunung," ucapnya.

Berdasarkan catatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung , pada erupsi kali ini getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm. Dengan durasi kurang lebih selama 11 menit 18 detik.

Jika melihat dari data yang didapat, erupsi kali ini tergolong cukup besar dengan durasi getaran yang cukup lama. Armen menjelaskan, erupsi yang termasuk ke dalam golongan erupsi stormbolian ini turut memuntahkan material berupa kerikil kecil.

"Ya ini tergolong stormbolian, seperti muntahan bubur sehingga membawa material selain abu vulkanik," ucapnya.

Armen menjelaskan, pada erupsi kali ini pihaknya juga mencatat jika Sinabung turut mengalami awan panas. Dirinya mengatakan, hal ini terjadi karena pasokan magma dan gas yang timbul dari dalam gunung cukup besar sehingga menimbulkan letusan yang menyebabkan adanya awan panas.

"Selain erupsi tadi juga kita amati dari peristiwa ini diikuti dengan adanya awan panas. Untuk awan panasnya mengarah ke arah timur dan tenggara, dengan jarak luncur sejauh kurangnya lebih 4000 meter," ungkapnya.

Armen menjelaskan, dari aktivitas erupsi yang terjadi cukup besar dengan durasi yang cukup lama ini, menyebabkan adanya hujan abu di beberapa wilayah di sekitar lingkar Gunung Sinabung. Dirinya menyebutkan, pasca aktivitas erupsi pada menjelang subuh tadi, saat ini aktivitas dari Gunung Sinabung masih terpantau didominasi oleh gempa-gempa hybrid, low frekuensi, dan hembusan.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved