Breaking News:

Dugaan Kelalaian Medis

Mertua Korban: Perawat Pentingkan HP daripada Pasien! Tanggapan RS Bunda Mulia soal Emergency

Beredar viral di medsos seorang pasien yang hendak melahirkan meninggal dunia akibat dugaan kelalaian petugas Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
dr Binsar P Sitanggang, penanggungjawab Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran saat menyampaikan keterangan terkait ibu dan bayi yang meninggal, Selasa (18/5/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Beredar viral di medsos seorang pasien yang hendak melahirkan meninggal dunia akibat dugaan kelalaian petugas Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran.

Kabar itu diunggah oleh akun facebook Yulia Sinaga. Dalam postingannya, Yulia menyebutkan adanya perawat yang lebih mementingkan handphone dibandingkan pasien.

Adapun pasien yang meninggal dunia adalah Ripa Nanda Damanik (24).

Saat dijumpai Tribun-Medan.com, Rindu br Aritonang (55) mertua korban, menyatakan perawat malah asyik bermain handphone saat pasien sedang kontraksi.

"Parahnya lagi susternya terlalu lalai, gila main handphone semua. Gara-gara itu semua, menantu dan cucuku meninggal dunia dibuat mereka," ucap Rindu kepada tribun-medan.com.

Lukya Betaria Sinaga, suami dari Ripa Nanda Damanik, korban yang meninggal dunia akibat diduga kelalaian medis saat menunjukkan foto korban, Selasa (18/5/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI)
Lukya Betaria Sinaga, suami dari Ripa Nanda Damanik, korban yang meninggal dunia akibat diduga kelalaian medis saat menunjukkan foto korban, Selasa (18/5/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) (TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI)

Penanggung jawab sekaligus pemilik RS Bunda Mulia Kisaran, Dr Binsar P Sitanggang, saat dikonfirmasi, tak memberi jawaban pasti perihal perawat yang main ponsel saat pasien sedang kontraksi.

Ia menyebutkan bahwa pasien masuk ke rumah sakit tersebut, dan menjelaskan tentang pertolongan pertama terhadap pasien.

"Pasien datang tidak dalam keadaan emergency, (kondisi) dia datang itu tidak dalam mengancam nyawa," katanya.

Ia memberikan beberapa contoh pertolongan pertama yang dimaksud.

"Contohnya pendarahan, ini pasien datang dengan kondisi normal atau Fisiologis. Pasti kita dapat membedakan," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved