Breaking News:

News Video

Ombudsman Tinjau Pelayanan Kedatangan Internasional di Bandara Kualanamu

Mengantisipasi masuknya virus Covid-19 lewat masuknya WNI ataupun WNA, Ombudsman RI perwakilan Sumut meninjau Bandara Internasional Kualanamu.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ade Saputra

Ombudsman Tinjau Pelayanan Kedatangan Internasional di Bandara Kualanamu

TRIBUN-MEDAN.COM, KUALANAMU - Mengantisipasi masuknya virus Covid-19 lewat masuknya WNI ataupun WNA, Ombudsman RI perwakilan Sumut meninjau Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Dalam tinjaunnya ini dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar dan Kepala Pencegahan Keasistenan Utama 1 Ombudsman RI pusat, Yustus Maturbong, beserta otoritas Bandara Internasional Kualanamu.

Amatan wartawan www.tribun-medan.com, saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Ombudsman langsung mengarah ke ruangan tempat kedatangan penumpang dari luar negeri.

"Tujuan Ombudsman tentu saja untuk memastikan alur prosedur layanannya yang sudah dibuatkan oleh pemerintah itu haru sesuai dengan implementasi di lapangan. Pengamatan sementara kita di lapangan, bahwa yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara bekerjsama dengan stakeholder yang terkait dalam hal ini pemerintah, imigrasi, dan KKP, membuat satu jalur khusus penumpang dari luar negeri. Catatan baiknya tidak berbaur dengan penumpang umum," ucap Kepala Pencegahan Keasistenan Utama 1 Ombudsman RI Pusat Yustus Maturbong, Rabu (19/5/2021).

Lanjut Yustus, ia menilai tata kelola pelayanan publik di Bandara Internasional Kualanamu sudah dilakukan dengan baik.

"Cuma nanti dalam implementasi konsisten saja, koordinasi antar instansi. Catatan Ombudsman karena ini lintas instansi maka koordinasinya harus di tingkatkan," ujar Yustus.

Pada intinya, Kepala Pencegahan Keasistenan Utama 1 Ombudsman RI pusat menegaskan, untuk melihat kesiapan atau kesigapan pemerintah daerah dalam hal pencegahan virus Covid-19 terkait kepulangan WNI yang melalui bandara-bandara internasional dan WNA yang masuk ke Indonesia.

"Kalau fasilitas kita lihat sudah oke, hanyakan kekurangannya karena belum ada kedatangan tadi dari luar negeri. Nanti akan kita lihat jumlah sdm sesuai dengan yang dilayani, koordinasi antar instansi harus dilihat, termasuk sampai pengawasan di hotel tempat karentina," ucap Yustus.

Saat disinggung perbedaan Bandara Internasional Kualanamu dengan Bandara Soekarno Hatta, Yustus menjelaskan, secara keleluasaan dan sdm dari kedua bandara pasti berbeda.

"Di Kualanamu ada jalur khusus, ada bus yang langsung masuk area bandara untuk menjemput WNI dan WNA ke tempat karentina," ujar Yustus.

"Kalau di Bandara Soekarno Hatta bus itu tidak masuk ke dalam area, karena ada area yang vital. Jadi beda bandara beda juga peraturannya di lapangan," tutupnya.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved