Breaking News:

Pengusaha Keripik Habiskan Bahan Baku  1 Ton Setiap Bulan, Gunakan Bumbu Rahasia

Keripik Kentang Uwais juga tidak mengandung MSG dan pengawet melainkan menggunakan bahan baku alami dan premium

Penulis: Angel aginta sembiring
Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING
Pemilik Keripik Kentang Uwais, Liesya, menjadi bintang tamu pada program Bincang Bisnis UMKM Tribun Medan, Senin (17/5/2021). 

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Liesya, Owner Keripik Kentang Uwais telah sukses dalam bisnis cemilan yang dapat dinikmati seluruh kalangan masyrakat di Sumatra Utara.

Awalnya ia membuat keripik kentang untuk pelengkap makanan khas Indonesia, hingga akhirnya ia berhasil menjadi pengusaha yang berhasil dalam memperkenalkan produk keripik kentang yang telah digelutinya selama setahun sejak masa Pandemi Covid-19.

Ia mulai dengan menghabiskan 500 kg hingga mampu menghabiskan 1 ton kentang setiap bulan. Ia menghadirkan makanan ringan dengan bumbu racikan miliknya.

Baca juga: 1.000 UMKM Siap Ekspor Tahun Depan, Disperindag Sumut Bentuk Export Centre

"Semuanya melalui mesin namun bumbunya saja yang tidak. Pengolahan, peracikan semuanya sendiri, karena dulu saya pernah memperkerjakan orang namun berbeda rasanya," katanya dalam program Bincang Bisnis UMKM Tribun Medan, Senin (17/5/2021).

Tidak hanya meracik bumbu yang berbeda, Ia juga memproduksi keripik dengan bahan baku kentang pilihan yaitu kentang merah. Hal itulah yang menjadi keunikan dari keripik kentang tersebut karena kentang merah mengandung lemak dan kegurihan yang lezat untuk dinikmati.

Keripik Kentang Uwais juga tidak mengandung MSG dan pengawet melainkan menggunakan bahan baku alami dan premium sehingga dapat dinikmati mulai dari anak kecil hingga orang tua.

"Terdapat empat pilihan rasa yang kita sediakan yaitu kentang teri, pedas manis, original dan pedas, pedas ini juga boleh direquest sehingga standar di lidah konsumen," ujarnya.

Harga yang dibandrol Keripik Kentang Uwais ini juga terjangkau mulai dari bungkusan kecil 150 gram seharga Rp 15 ribu, 250 gram seharga Rp 25 ribu dan 1 kg dengan harga 100 ribu.

Keripik Kentang Uwais ini juga memiliki best seller penjualan yakni rasa keripik kentang teri, manis dan original. Liesya mengatakan bahwa keripik kentang original tersebut juga sering dikonsumsi  orang yang mengalami obesitas karena mengandung karbohidrat sebagai pengganti nasi.

Ketahanan keripik kentang ini juga bisa mencapai dua bulan karena menggunakan mesin pengering minyak sehingga memberikan hasil akhir yang lebih garing dan tahan lama.

"Kadar minyak dan kadar air di nol kan lalu diolah dengan minyak kemasan. Sehingga harus disimpan kedap udara, karena tidak pakai pengawet sehingga harus ditutup," sambungnya.

Pengusaha yang juga seorang ibu ini pernah mendapat pemesanan 10.000 bungkus keripik pada beberapa bulan lalu. Ia kerjakan dalam waktu seminggu dengan memperkerjakan banyak orang.

Ia juga sempat mendapatkan kendala dalam masalah pengantaran free ongkir untuk para konsumennya. Sehingga Liesya pun akhirnya membuat ide free ongkir dengan minimal order.

Ia juga berencana akan menghadirkan keripik talas. Untuk melihat dan mengorder Keripik Kentang Uwais dapat langsung kunjungi Instagram @kentanguwais atau hubungi ke nomor 0812 647 64 333. 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved