News Video
REKAMAN Detik- detik Bentrok Warga dengan TPL yang Mengakibatkan 5 Orang Luka Serius
Tribun Medan berhasil memperoleh video detik-detik Masyarakat Adat Natumingka dan karyawan PT TPL saling serang
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Sengketa PT Toba Pulp Lestari (TPL) dengan Masyarakat Adat Natumingka semakin memanas.
Akibatnya bentrok kedua kubu tak terhindari, Selasa (18/5/2021).
Tribun Medan berhasil memperoleh video detik-detik masyarakat dan karyawan PT TPL saling serang.
Tonton video:
Setidaknya lima orang warga mengalami luka serius.
Dikonfirmasi terkait hal ini PT TPL melalui Juanda Panjaitan berdalih pihaknya yang terlebih dahulu diserang saat melakukan kegiatan rutin.
Ia menuding masyarakat melempari para pekerja TPL dengan batu dan kayu-kayu.
"Kenapa melempari pekerja kita dengan batu dan kayu-kayu. Silakanlah bertanya kepada mereka, apa yang kami lakukan silakan bertanya kepada kami," ujar Juanda Panjaitan saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com, Selasa (18/5/2021).
Berbeda dari Juanda,Hengky Manalu dari Aliansi Masyarakat Adat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak mengatakan, upaya kriminalisasi dilakukan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) kepada Masyarakat Adat Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba.
Menurutnya, warga adat Natumingka tetap bertahan untuk terus menghentikan aktivitas PT TPL di wilayah adatnya.
Alasannya, masyarakat Adat Natumingka sudah ratusan tahun menguasai dan mengelola wilayah adat titipan leluhurnya.
"Akan tetapi tanpa sepengetahuan dan persetujuan Masyarakat Adat, wilayah adatnya diklaim sebagai hutan negara," ujar Hengky Manalu.
Hengky menjelaskan, Selasa 18 Mei 2021, pihak PT TPL dengan pengawalan personel polisi dari Polres Toba dan aparat TNI memaksa untuk dilakukan penanaman bibit eucalyptus di wilayah adat Natumingka.
Namun Masyarakat Adat Natumingka menolak aktivitas tersebut.
"Karyawan PT TPL yang berjumlah sekitar 400 orang tersebut dengan masing-masing memegang kayu dan batu memaksa menerobos blokade warga," kata Hengky.