Breaking News:

News Video

Seorang Kakek, Jusman Simanjuntak (75) Menjadi Korban Sengketa Antara Masyarakat dan PT TPL

Karena memiliki pertalian kekeluargaan, ia meminta agar Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan memberikan perhatian khusus dalam kasus ini.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: heryanto

Seorang Kakek, Jusman Simanjuntak (75) Menjadi Korban Sengketa Antara Masyarakat dan PT TPL

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Seorang kakek,  Jusman Simanjuntak (75) yang menjadi korban luka dalam sengketa antara masyarakat dengan pihak PT TPL berharap perhatian Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Saat disambangi di Balige, ia berharap keadilan dalam sengketa yang mereka alami pada Selasa (18/5/2021) yang mengakibatkan 12 orang masyarakat Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba terluka.

"Kalau boleh memang, kita berharap Pak Luhut memberikan perhatian kepada Desa Natumingka. Sama Lae, sama besan kita, tolong kasihan sama masyarakat Natumingka," ujar Jusman Simanjuntak pada Rabu (19/5/2021).

Dengan nada lemah dan menahan air mata, ia mengungkapkan bahwa pihaknya adalah kaum lemay, yang tidak sanggup beradu argumen dengan pihak-pihak yang dinilai mapan dari sisi ilmu pengetahuan.

"Kami ini kurang berdaya, kami kurang dalam perdebatan kepada pihak-pihak yang berpendidikan tinggi," terangnya.

Terlihat di bagian wajahnya luka menganga yang dibalut dengan perban. Ia mengaku dirinya dilempar dengan menggunakan alat tanam pihak TPL. Pada waktu itu, pihak TPL berencana ingin menanam di lahan yanng diklaim masyarakat adat sebagai miliknya.

Karena memiliki pertalian kekeluargaan, ia meminta agar Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan memberikan perhatian khusus dalam kasus ini.

"Kami berharap, saya rasa, Pak Luhut mungkin tanpa dibilang mungkin ada perhatiannya. Mungkin Pak Luhut bisa membaca bagaimana gara-gara TPL berhubungan dengan desa yang bersangkutan," sambungnya.

Bahkan, ia meminta kehadiran Luhut Binsar Panjaitan di desa tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana kegiatan pihak TPL. Campur tangan Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan, ia harapkan agar keadilan atas sengketa ini dapat dialami oleh masyarakat.

"Kalau bisa memang, kalau bisa hadir di sana. Ya, dengan peran bapak itu, kalau hanya omong pun dengan pihak yang berkaitan mungkin keadilan bisa ditegakkan," terangnya.

Detik-detik sengketa antara pihak masyarakat dan PT TPL terlihat dalam dokumen video yang diperoleh TRIBUN-MEDAN.com setelah kejadian pada Selasa (18/5/2021).

"Kami sangat berharap perhatian dengan kehadiran Pak Luhut," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved