Breaking News:

Pascabentrok Warga vs Pekerja TPL, Polres Berjanji Akan Proses Laporan Masyarakat Adat Natumingka

Pihak Polres Toba telah menerima laporan dari masyarakat Adat Natumingka, terkait bentrok antara warga versus pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Bentrok di Desa Natumingka antara warga dan karyawan PT Toba Pulp Lestari, Selasa (18/5/2021). Warga menolak penanaman bibit eucalyptus di desa itu. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Pihak Polres Toba telah menerima laporan dari masyarakat Adat Natumingka pada Rabu (19/5/2021) malam, terkait bentrok antara warga versus pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar menegaskan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami akan menangani kasus tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Kamis (20/5/2021).

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toba Roganda Simanjuntak menyampaikan, saat ini ada 11 warga yang menjalani perawatan.

“Korban mengalami rasa sakit akibat pemukulan dan lemparan batu oleh sekuriti PT TPL," ujar Roganda Simanjuntak.

Sementara kondisi Jusman Simanjuntak (75 tahun) masih dalam kondisi drop akibat benturan pukulan kayu yang dialami orang tua tersebut, saat mencoba menengahi agar sekuriti TPL tidak melakukan pemukulan dan melempar batu.

Ia mengatakan Jusman Simanjuntak saat ini syok karena menjadi korban kekerasan.

Ia pun membenarkan masyarakat adat Natumingka telah membuat laporan ke pihak kepolisian agar para pelaku segera diungkap.

“Pihak kepolisian mencoba melakukan mediasi kepada para korban supaya mengambil jalan tengah yaitu berdamai, namun masyarakat adat Natumingka menolak untuk berdamai," terangnya.

Baca juga: Bentrok Berdarah di Kabupaten Toba, 5 Warga Terluka, Ini Keterangan PT TPL

Roganda Simanjuntak mengatakan bahwa masyarakat Adat Natumingka tetap melanjutkan laporan dan proses hukum harus tetap berjalan karena masyarakat adat Natumingka telah mengalami kekerasan.

"Dan kata damai ada jika tanah adat Natumingka telah kembali kepada masyarakat adat," tegasnya.

Lanjutnya, hasil kesepakatan musyawarah di kampung Natumingka oleh para orang tua dan masyarakat, laporan harus segara ditindaklanjuti.

"Dan jika pihak kepolisian tidak melanjutkan proses hukum tersebut, maka akan dilanjutkan pelaporan ke Polda Sumatera Utara sampai ke Mabes Polri di Jakarta," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved