Breaking News:

Beli Rokok Pakai Uang Palsu, 2 Mahasiswa Asal Karo Diburu Pemilik Toko Lalu Diseret ke Pos Polisi

Tersangka membeli tujuh bungkus rokok Surya 12 sekitar pukul 11.00 WIB siang. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Dua pemuda yang berbelanja dengan uang palsu diperiksa oleh polisi di Pospam V Ops Ketupat Toba Simpang Palang, Jalur Alternatif menuju Sipangan Bolon, Jumat (21/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Dua orang pemuda asal Kabupaten Karo ditangkap karena berbelanja menggunakan uang palsu di Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Jumat (21/5/2021) siang tadi. 

Tersangka membeli tujuh bungkus rokok Surya 12 sekitar pukul 11.00 WIB siang. 

"Jadi dua orang itu mau beli rokok di kedai saya. Kebetulan yang jaga keponakan. Sayang sedang ngecor di samping rumah. Setelah menerima uang dari mereka, keponakan heran karena uangnya terlihat berbeda," ujar Jersison Simangunsong, pemilik warung.

Simangunsong mengatakan, tekstur uang juga berbeda.

Ia pun langsung meninggalkan pekerjaannya dan mengejar kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor bersama rekannya.

"Kami kejar sampai ke daerah Pondok Bambu. Akhirnya, ketemu mereka berdua. Cuma mereka pura-pura enggak tahu membeli dengan uang palsu," katanya.

Baca juga: Adik Kandung Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga Meninggal Dunia

Jersison pun menghubungi polisi yang tengah berjaga di Pospam V Ops Ketupat Toba di Simpang Palang, Jalur Alternatif menuju Sipangan Bolon. Pemeriksaan pun dilakukan.

Dari pemeriksaan, kedua pelaku masing-masing merupakan mahasiswa asal Kabanjahe, Jonathan (24) dan Marbaisak (23). 

Kemudian turut ditemukan barang bukti berupa 114 lembar pecahan Rp 10.000  palsu, lima lembar pecahan Rp 20 ribu palsu, empat lembar pecahan Rp 5.000 palsu, tujuh bungkus rokok Surya 12, sebuah tas ransel warna hijau dan ponsel.

Selanjutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Polsek Parapat.

"Kedua pelaku dan seluruh barang bukti sudah diserahkan ke pihak Polsek Parapat untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," terang Kapolsek Dolok Panribuan AKP Nelson Butar-butar.

Belum diketahui darimana kedua mahasiswa itu mendapatkan uang palsu. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved