Breaking News:

Menikmati Jajanan Tradisional di Wisata Sawah Paluh Naga

Sesampai di lokasi, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil dengan bebas biaya masuk lokasi wisata.

Menikmati Jajanan Tradisional di Wisata Sawah Paluh Naga
Tribun Medan
Pedagang jajanan tradisional saat berjualan di Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Sabtu (22/5/2021). Destinasi wisata ini selain menawarkan wisata sawah dengan view yang menyejukkan juga memanjakan pengunjung dengan aneka makanan trdaisional.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wisata kuliner di alam terbuka kini kian populer di Sumatera Utara, diantaranya ada Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang.

Untuk menuju ke lokasi wisata, para pengunjung dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer atau perjalanan selama kurang lebih satu jam dari pusat kota.

Sesampai di lokasi, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil dengan bebas biaya masuk lokasi wisata.

Pasar Kuliner Tradisional ini terletak di dalam Wisata Sawah Paloh Naga, sehingga para pengunjung dapat menikmati dua area wisata sekaligus dalam satu tempat.

Baca juga: Nikmati Suasana Alam Pedesaan di Wisata Sawah Punden Rejo Tanjungmorawa

Saat memasuki area wisata, para pengunjung dapat menukar alat transaksi khas berbentuk kepingan kayu dengan nilai tukar Rp 2.000 per keping, sehingga tak perlu lagi menggunakan uang secara tunai.

Penjaga loket, Heni mengungkapkan bahwa biasanya para pengunjung menukar dengan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per orang.

"Kita produksi sampai 3.000 keping kayu dan rata-rata yang menukar itu sampai Rp 100 ribuan, tapi kalau berlebih boleh ditukar uang kembali," ungkap Heni.

Pantauan Tribun, Sabtu (22/5/2021) deretan penjual tampak menjajakan aneka panganan tradisional seperti cenil, serabi, pecal, nasi bakar, getuk, hingga aneka minuman segar seperti kopi tubruk, kopi Gayo, dan lainnya.

Ada pun rata-rata makanan ditukar dengan 3-5 kayu atau seharga Rp 6 ribu-Rp 10 ribu per item, sama halnya dengan minuman.

Tukini, penjual Nasi Bakar Mercon turut bersyukur hadirnya wisata sarapan ini membantu perekonomian keluarga. Dikatakannya, pada hari Sabtu mampu menghabiskan 100 porsi namun di hari Minggu mampu mencapai 300-an porsi.

"Alhamdulillah terbantu lah untuk biaya tambahan sehari-hari. Kalau di hari biasa jualannya di rumah itu sarapan biasa. Kalau di sini (Pasar Paloh Naga) kita jualan kayak Nasi Bakar Mercon di hari Minggu," ujar Tukini.

Setelah membeli aneka panganan, para pengunjung dapat bebas memilih tempat di pondok-pondok dengan pemandangan hamparan sawah dengan semilir angin berhembus.

Ahmad, seorang pengunjung menuturkan, ia mengetahui lokasi wisata dari sosial media dan mengajak teman-temannya berwisata kuliner.

"Saya bareng teman-teman untuk wisata sawah sambil kulineran di sini. Tahunya ini dari Instagram dan Gubernur kan juga pernah ke sini ya. Kalau tempat udah cukup bagus  dan makanan juga enak tadi makan sate sama kepiting, harganya juga cukup terjangkau," pungkasnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved