Breaking News:

Nikmati Aneka Jajanan Tradisional Paloh Naga di Desa Wisata Kampoeng Lama

Pada hari Sabtu mampu menghabiskan 100 porsi namun di hari Minggu mampu mencapai 300an porsi.

Tribun Medan/Kartika Sari
Agrowisata Paloh Naga berupa wisata hamparan sawah yang menjadi destinasi andalan Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Sabtu (4/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Wisata kuliner di alam terbuka kini kian populer di Sumatera Utara, diantaranya ada Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang.

Untuk menuju ke lokasi wisata, para pengunjung dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer atau perjalanan selama kurang lebih satu jam dari pusat kota.

Sesampai di lokasi, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5000 untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil dengan bebas biaya masuk lokasi wisata.

Baca juga: SOSOK Ida Helena, Mantan Istri Richard Kevin yang Awet Muda Bak ABG

Pasar Kuliner Tradisional ini terletak di dalam Wisata Sawah Paloh Naga, sehingga para pengunjung dapat menikmati dua area wisata sekaligus dalam satu tempat.

Pedagang jajanan tradisional saat berjualan di Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Sabtu (22/5/2021).
Pedagang jajanan tradisional saat berjualan di Pasar Kuliner Tradisional Paloh Naga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, Sabtu (22/5/2021). (TRIBUN MEDAN/ KARTIKA)

Saat memasuki area wisata, para pengunjung dapat menukar alat transaksi khas berbentuk kepingan kayu dengan nilai tukar Rp 2000 per keping, sehingga tak perlu lagi menggunakan uang secara tunai.

Penjaga loket, Heni mengungkapkan bahwa biasanya para pengunjung menukar dengan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per orang.

Baca juga: WISATA DI TENGAH SAWAH, Nikmati Aneka Jajanan Tradisional di Desa Wisata Kampoeng Lama

"Kita produksi sampai 3000 keping kayu dan rata-rata yang menukar itu sampai Rp 100 ribuan, tapi kalau berlebih boleh ditukar uang kembali," ungkap Heni.

Pantauan tribun-medan.com, Sabtu (22/5/2021) deretan penjual tampak menjajakan aneka panganan tradisional seperti cenil, serabi, pecal, nasi bakar, getuk, hingga aneka minuman segar seperti kopi tubruk, kopi Gayo, dan lainnya.

Adapun rata-rata makanan ditukar dengan 3-5 kayu atau seharga Rp 6 ribu-Rp 10 ribu per item, sama halnya dengan minuman dijual dengan 2-3 kayu atau seharga Rp 6 ribu-Rp 10 ribu.

Tukini, penjual Nasi Bakar Mercon ini turut bersyukur hadirnya wisata sarapan ini membantu perekonomian keluarga.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved