Breaking News:

Sudah Diingatkan Bupati, ASN Pemkab Toba Tetap Gelar Pesta Pernikahan Anak di Taput

Petugas membubarkan pesta pernikahan di sebuah wisma di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (22/5/2021).

Tribun Medan/HO
Petugas membubarkan pesta pernikahan di sebuah wisma yang beralamat di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (22/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Petugas membubarkan pesta pernikahan di sebuah wisma di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (22/5/2021). Dikabarkan bahwa orang tua pengantian yang menggelar acara adalah oknum ASN Pemkab Toba.

"Kami sudah sampaikan bahwa tidak kita izinkan pesta itu di Toba dan hanya pemberkatan. Kalau pemberkatan karena sudah dirancang sejak beberapa waktu yang lalu, kami masih ijinkan," ujar Bupati Poltak Sitorus saat dihubungi, Sabtu (22/5/2021).

Bupati mengaku tidak tahu bahwa oknum ASN tersebut nekat jalankan pesta adat di kabupaten tetangga, Kabupaten Taput. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah mengingatkan agar pesta tersebut jangan diadakan.

"Rupanya di Tapanuli Utara dilakukan pesta, kita sudah ingatkan jangan lakukan itu," sambungnya.

Ia menyampaikan bahwa seandainya pesta tersebut tetap dilanjutkan di Toba, maka pesta itu akan dibubarkan.

"Diam-diam mungkin dia ke sana ke Tapanuli Utara mengurus ijin. Tamun persisnya bagaimana kita tidak tahu, namun di Toba kita larang karena kita hanya bisa larang di Toba, kan," ungkapnya.

Di dalam pesta tersebut terlihat sejumlah ASN hadir dan bahkan papan bunga dari pejabat Pemkab Toba pun ada di lokasi.

Terkait hal tersebut, Bupati Toba akan memberikan peringatan sebab sejak awal dirinya mengajak seluruh ASN bergotong-royong memastikan  pemberlakuan Surat Edaran tersebut perihal pembatasan kegiatan masyarakat tersebut.

"Kami pasti kasih peringatan, seandainya itu di Toba pasti kita bubarkan. Terkait kehadiran pejabat eselon 2 dan 3, sekali lagi saya tidak tahu itu, tidak ada laporannya ke saya gimana bisa keputusannya ke sana, nanti kita lihatlah apa yang bisa kita lakukan," sambungnya.

"Terkait papan bunga, saya tidak ada instruksi  untuk membuat papan bunga di sana. Itu saya tidak tahu, apakah mereka buat, tidak ada pemberitahuan," terangnya.

Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan bahwa pihaknya juga telah membuat larangan pesta, kecuali yang sudah mwminta izin.

'Pesta kita larang tetapi bagi yang sudah sempat kita kasih ijin bisa dilaksanakan tetapi dengan prokes. Setiap pesta wajib minta ijin," ungkapnya.

"Saya kurang tahu dimana ini pesta. Namun coba nanti di cek kepala desanya, mestinya kepala desanya harus tahu itu apa dia memiliki ijin atau tidak," terangnya.

Setelah beberapa waktu, pesta adat tersebut akhirnya dibubarkan. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved