Breaking News:

India Lockdown, Omzet Pedagang Daging di Sumut Anjlok dan Pemilik Resto Steak Menjerit

Pedagang daging di Medan turut terdampak akibat penutupan total wilayah India akibat Covid-19

Penulis: Kartika Sari
Editor: Array A Argus
Tribun-medan.com/ Kartika Sari
Pengunjung saat memilih daging segar di Lotte Mart Centre Point, Senin (10/5/2021). (Tribun-medan.com/ Kartika Sari) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Sejumlah pedagang daging di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan terdampak adanya aturan lockdown yang diberlakukan India.

Penutupan kawasan India menyebabkan terhentinya pasokan daging beku ke Sumatera Utara. 

Menurut Agus, pedagang daging di Pusat Pasar, sekarang ini stok daging beku impor sudah kosong. 

Baca juga: Permintaan Tinggi, Stok Daging Beku Bulog Sumut Kosong

"Sudah sejak sebelum lebaran kosong stok daging beku. Biasanya kita ambil dari perusahaan, tapi ini mereka bilang barang (daging impor) tidak ada masuk. Terakhir jual itu sisa-sisa stok lah, ini udah enggak ada lagi," kata Agus, Minggu (23/5/2021).

Dia mengatakan, akibat kosongnya stok daging, omzetnya pun ikut turun.

Kata Agus, omzetnya anjlok hingga 40 persen. 

"Pengaruh pasti, karena saat ini juga harga daging lagi mahal sekitar Rp 125 ribu per kilogram. Kalau ada daging beku ini kan bisa lebih membantu, karena bisa menekan harga. Memang daging beku ini wajib dimasukkan," katanya.

Baca juga: Stok Daging Beku Terkendala Lockdown India, Minggu Depan Baru Masuk 14 Ton

Dia menhelaskan, sebelum ada kelangkaan daging beku, Agus mampu mendapatkan pasokan 5 sampai 8 ton tiap dua minggu hingga satu bulan. 

Kemudian, ia juga dapat menghabiskan 300 kg daging beku yang dibeli oleh restoran penyedia steak.

Namun, kata Agus, sejak pasokan dari India minim, dirinya cuma bisa menjual 150 kg daging.

"Kalau paling banyak diminati sebenarnya berimbang antara beku dan segar. Jadi daging beku itu kan yang banyak industri untuk menekan biaya keluar,"

"Kalau untuk masyarakat biasanya gak mau impor, dan maunya daging segar. Dengan kosongnya daging beku ini kan mereka harus beli daging lokal. Resto ini lagi menjerit semua," ujarnya.

Baca juga: India Lockdown, Bulog Sumut Kehabisan Stok Daging Beku Jelang Lebaran

"Biasanya mereka bisa beli sampai 50 kg. Tapi karena habis ya terpaksa beli daging segar yang lebih mahal jadi palingan mereka beli 15 kg paling banyak. Saran saya wajib dimasukkan biar harga kembali normal," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved