Breaking News:

Guru SD di Toba Korban Pembunuhan

Pembunuh Guru SD di Toba Berkeliaran, Tim Inafis Polda Sumut Turun Tangan

Tim Inafis Polda Sumut turun ke Kabupaten Toba untuk membantu mengungkap kasus pembunuhan guru SD bernama Martha Elisabeth Butarbutar

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Petugas Tim Inafis Polda Sumut yang berpakaian oranye saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan guru SD Martha Elisabeth Butarbutar, Rabu (26/5/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,BALIGE--Martha Elisabeth Butarbutar, Guru SD di Toba yang dibantai di rumahnya hari ini, Rabu (25/5/2021) dimakamkan pihak keluarga.

Sayangnya, sampai detik ini polisi belum bisa mengungkap dan menangkap pembunuh Guru SD di Toba itu.

Hingga saat ini, tak ada perkembangan hasil penyelidikan yang berarti dilakukan polisi.

Guna membantu mengungkap kasus pembunuhan keji di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi itu, Tim Inafis (Automatic Finger Print Identification System) Polda Sumut turun ke lokasi.

Baca juga: BREAKING NEWS Hari Ini Guru SD di Toba yang Tewas Dibantai Dimakamkan Secara Adat

Dari amatan www.tribun-medan.com, setibanya di lokasi pembunuhan, polisi langsung bergegas melakukan pemeriksaan.

Proses pemeriksaan diawali dari upaya pencarian sidik jari pelaku.

Polisi tampak membubuhkan serbuk khusus di tiap sudut rumah, untuk mencari tahu identitas pelaku lewat sidik jari yang tertinggal.

Kemudian, polisi juga mengambil gambar jejak kaki pembunuh Guru SD di Toba itu yang tertinggal di dalam dan luar rumah. 

Baca juga: Bupati Poltak Sitorus Ultimatum Polisi terkait Kasus Pembunuhan Guru SD Martha Elisabeth Butarbutar

Kapolsek Lumban Julu AKP Robinson Sembiring mengatakan, pihaknya sampai detik ini belum bisa menyimpulkan siapa pelaku yang membunuh Guru SD di Toba itu. 

"Kita masih menunggulah apa yang menjadi hasil pemeriksaan ini. Nanti pimpinan kita akan menyampaikan siapa pelakunya dalam konferensi pers," katanya. 

Kanit Inafis Polda Sumut Aiptu Hendrik Samosir mengatakan ini merupakan hari ketiga mereka melakukan pemeriksaan.

Kata Hendrik, hari ini setiap jengkal sudut rumah akan dicek satu persatu.

Polisi tidak mau ada hal kecil yang tertinggal dari proses penyelidikan.

Karena saat diwawancarai Hendrik tengah bekerja, dia pun meminta waktu agar proses pemeriksaan dipantau tidak terlalu dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP)

(cr3/tribun-medan.com) 

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved