Breaking News:

Pria Bermukena Penganiaya Pengurus Masjid Baiturrahman Binjai Ditangkap di Riau

Pelaku adalah warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai, dan ditangkap di Kerinci, Provinsi Riau.

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/SATIA
Sangkot yang terlibat perkelahian dengan pencuri yang diduga mengincar kotak infaq, di Masjid Baiturrahman, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Selasa (19/5/2021). 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Satreskrim Polres Kota Binjai berhasil menangkap M Ellpin, tersangka penganiaya pengurus BKM Masjid Baiturrahman, di Desa Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. 

Pelaku adalah warga Jalan Tengku Amir Hamzah, Lingkungan III, Kelurahan Kuala Begumit, Kecamatan Binjai, yang ditangkap di Kerinci Provinsi Riau.

"Benar, pelaku sudah kita amankan," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Kamis (27/5/2021). 

Siswanto mengatakan, M Ellpin ditangkap pada Senin (24/5), yang kemudian memboyongnya ke Mako Polres Binjai untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka mengaku beraksi pada pukul 03.00 WIB dini hari. Tersangka masuk ke Masjid Baiturrahman melalui jendela dengan menggunakan besi plat yang didapatinya di sekitar lokasi kamar mandi.

Baca juga: Dipukuli Pria Bermukena, Pengurus Masjid Baiturrahman Langkat Diduga Gagalkan Pencurian Kotak Amal

Kemudian setiba di dalam, tersangka yang menyamar dengan menggunakan mukena menuju ruangan imam masjid untuk masuk ke gudang untuk mencuri uang dari kotak amal.

Begitu tersangka sedang membuka gembok kotak amal, tiba tiba nazir masjid, bernama Khairunnas alias Sangkot memerogokinya dan bertanya siapa tersangka. 

M Ellpin pelaku penganiaya pengurus BKM Masjid Baiturrahman, di Desa Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.
M Ellpin pelaku penganiaya pengurus BKM Masjid Baiturrahman, di Desa Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. (Dokumentasi Polres Binjai)

Kemudian tersangka menjawab 'Aku Anto, Pak' untuk mengelabuhi identitasnya.

"Sempat saling tanya mereka, karena pelaku dipergoki," ucapnya. 

Karena curiga, Sangkot mendorong tersangka ke dalam gudang, lalu perkelahian antara keduanya terjadi. Melihat Sangkot yang terjatuh, pelaku kemudian mengambil besi dan melayangkannya ke kepala korban. 

Setelah melakukan penganiayaan, kata Siswanto pelaku langsung melarikan diri menuju ke Kerinci/Dumai Pekan Baru. 

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351, Jo 365 Sub 53 KHUP. 

Akibat kejadian ini, Sangkot mengalami luka sobek pada bagian kepala sebanyak 15 jahitan. 

(wen/tribun-medan.com)
   

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved