Breaking News:

Ada Bansos Rp 1,2 Juta bagi Warga Sergai, Pemkab Kembali Buka Pendaftaran BPUM Tahap II

Pemkab Sergai akan membuka kembali pendaftaran Program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat pekan depan.

DOK. Kredivo via KOMPAS.com
Ilustrasi bansos Program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Pekan depan, Pemkab Sergai akan membuka kembali pendaftaran Program BPUM. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop-UM) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akan membuka kembali pendaftaran Program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat pekan depan.

Ini merupakan tahap kedua dalam tahun ini karena tahap pertama sempat dihentikan secara nasional pada saat awal pertengahan bulan April lalu.

Saat ini pembukaan pendaftarannya tinggal menunggu tandatangan dari Sekda, M Faisal Hasrimy.

"Ini mau kita buka lagi, surat sudah kita naikkan tapi tinggal menunggu diteken saja. Yang neken dari awal Pak Sekda dan kalau sudah diteken nanti baru kita share. Minggu depan sudah bisalah (mendaftar)," ujar Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Disnakerkop-UM Sergai, Sri Rahmayani, Jumat (27/5/2021).

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Bansos Covid-19 di Samosir Jalan di Tempat

Sri mengatakan sejak tahap pertama dibuka sudah ada 44 ribuan berkas yang sudah masuk dan mereka terima.

Setelah mereka terima langsung mereka kirimkan ke Provinsi untuk selanjutnya dikirimkan ke Pusat agar bisa dicairkan. Disebut mengenai pencairan bukan kewenangan dari Pemkab.

"Kita nggak tau sudah berapa banyak yang cair karena belum ada dapat laporannya dari pemerintah pusat. Sekarang yang jelas sudah ada perintah untuk membuka makanya mau kita buka. Mengenai kriteria agar pencairan kita nggak tau tolak ukurnya apa yang jelas kita hanya melakukan verifikasi apakah NIK sudah sesuai dengan KTP atau tidak," kata Sri.

Untuk mekanisme pendaftaran tidak ada bedanya dengan yang tahap pertama.

Proses mulai dari Pemerintah Desa/Kelurahan sebagai pemerintah tingkat bawah.

Kemudian baru berkas diproses ke kecamatan dan ke kabupaten.

"Yang sudah pernah mendapat tahun lalu memang nggak mendaftar lagi seperti yang pemula karena datanya sudah ada. Kemarin kita kurang jelas juga kenapa sempat dihentikan pendaftarannya. Ya mungkin bisa saja karena sempat membeludak makanya dihentikan karena takut ada kluster baru, karena masih pandemi," kata Sri.

Ia meminta agar masyarakat Sergai nantinya bisa memanfaatkan program bantuan ini.

Secara nasional kuota sampai 12,8 juta. Untuk besarannya tetap masih Rp 1,2 juta.

"Tahun lalu masuk berkasnya ke kita 110 ribuan. Yang belum mendaftar silahkan mendaftar jangan sampai kelewatan. Kalau bank-nya masih BRI, tapi online, artinya bisa dicairkan di mana saja," ucapnya.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved