Breaking News:

Pembunuh Guru SD Ditangkap

Gagal Gadai Hasil Curian di Parmaksian, Trio Pembunuh Guru SD Marta Butarbutar 'Cair' di Laguboti

Diperkirakan uang gadai sepeda motor ini menjadi ongkos mereka untuk melarikan diri keluar dari Toba untuk menghilangkan jejak.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menyampaikan keterangan seputar kasus pembunuhan guru SD Marta Butarbutar, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Tiga tersangka pencuri yang membantai guru SD Marta Butarbutar di rumahnya, pergi ke Simangkok, Kecamatan Parmaksian untuk menggadai sepeda motor hasil curian.

"Setelah korban tidak berdaya, dan benar-benar tidak ada pergerakan lagi, kemudian tersangka YPT membuka pintu rumah korban. Dan, ketiganya langsung melarikan diri," ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Jumat (28/5/2021).

"Setelah melarikan diri dari Desa Lumban Lobu, kemudian tiga tersangka langsung menuju Desa Simangkok, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba dan ingin menggadaikan sepeda motor yang mereka pakai," sambungnya.

Diperkirakan uang gadai sepeda motor ini menjadi ongkos mereka untuk melarikan diri keluar dari Toba untuk menghilangkan jejak.

"Mereka ingin gadaikan sepeda motor yang mereka pakai itu. Setibanya di Parmaksian, mereka tidak dapat uang. Lalu mereka menuju Laguboti.

Dua dari tiga pelaku pembunuh guru SD Martha Butarbutar di Toba ditembak polisi di kedua kakinya di Kota Medan, Kamis (27/5/2021). Kedua tersangka bernama Ricky dan Davidson. (foto korban kanan).(TRIBUN MEDAN/MAURITS)
Dua dari tiga pelaku pembunuh guru SD Martha Butarbutar di Toba ditembak polisi di kedua kakinya di Kota Medan, Kamis (27/5/2021). Kedua tersangka bernama Ricky dan Davidson. (foto korban kanan).(TRIBUN MEDAN/MAURITS) (TRIBUN MEDAN/MAURITS)

Ketiga tersangka menuju Laguboti dengan tujuan yang sama, menggadaikan sepeda motor. Terlihat, bahwa sepeda motor yang mereka gadaikan tidak memiliki nomor polisi.

"Setelah itu, ketiga tersangka melarikan diri ke daerah Laguboti dan menggadaikan sepeda motor tersebut. Lalu, mereka berangkat ke Kota Balige," sambungnya.

Pada akhirnya, para tersangka berpisah di Kota Balige dan mencari jalan masing-masing. Dua tersangka menuju Medan dan satu tersangka masih dalam pencarian polisi.

"Setelah dari Laguboti, mereka menuju Kota Balige. Setibanya di Balige, mereka berpisah. Tersangka YPT dan DN berangkat menuju Medan, sedangkan tersangka JH tidak diketahui kemana perginya," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved