Breaking News:

Korban Penggelapan Mobil Pertanyakan Penanganan Kasus oleh Polres Langkat

Kasus penggelapan mobil Toyota Fortuner BK 1688 PE, mengendap di Polres Kabupaten Langkat. 

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Mobil Toyota Fortuner milik Sukirin sebelum digelapkan. Korban mempertanyakan kelanjutan kasus ini. 

TRIBUN MEDAN.com, BINJAI - Kasus penggelapan mobil Toyota Fortuner BK 1688 PE, mengendap di Polres Kabupaten Langkat. 

Padahal, kejadian ini sudah berlangsung sejak 25 Agustus 2020, dan belum ada kejelasan tindak lanjut dari Polres Langkat.

Tiga orang tersangka telah ditangkap oleh Polres Langkat, pada 19 Desember 2020. Ketiga pelaku ini berinisial ZG seorang ASN, DS, dan ZK. 

Korban, Sukirin merasa janggal dengan tindakan yang dilakukan oleh Polres Langkat. Sebab, ketiga pelaku kata dia, dalam penangguhan dan tidak ada upaya lanjut. 

"Aku heran, kenapa bisa ditangguhkan, dan tidak ada kejelasan sampai saat ini," kata dia, Sabtu (29/5/2021). 

Sukirin mengatakan, sebelumnya dia sudah menanyakan kepada Juru Periksa, alasan memberikan penangguhan kepadanya. 

"Aku udah tanya juga ke Juper tapi gak ada alasan kenapa memberikan penangguhan," ucapnya. 

Dirinya mengatakan, penangguhan diberikan kepada para tersangka sejak tahun lalu, dan sampai sekarang tidak ditahan. 

Kemudian, setelah tertangkap para tersangka, korban juga menanyakan perihal keberadaan mobil. Namun, Polres Langkat tidak memberikan informasi apapun. 

"Aku udah nanya juga soal mobil aku dimana, tapi gak ada yang tahu. Alasannya, masih dicari," ucapnya. 

Ia berharap, kepada Kapolres Langkat segera memberikan tindakan tegas, terkait para pelaku yang sudah menggelapkan mobilnya. 

"Saya berharap kepada Kapolres dapat segera memberikan kejelasan terkait dengan ini. Karena mobil sampai dengan sekarang tidak tahu di mana," ungkapnya. 

Kanit 1 Pidum Iptu Bram Chandra mengatakan, saat ini kasus masih dalam proses tindak lanjut. 

"Masih proses kasus ini," kata dia, dengan singkat, melalui pesan singkat WhatsApp. 

Saat ditanya, mengenai pemberian penangguhan, Bram tidak menjawab. Kemudian, ditanya mengenai keberadaan pelaku, dirinya juga membalas. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved