Breaking News:

Kadis PU Sebut Anggaran Rp 25 Miliar untuk Penanganan Banjir tak Signifikan, Terus Gimana Dong?

Pemko Medan menyiapkan anggaran Rp 25 miliar untuk tangani banjir. Tapi Kadis PU bilang tidak signifikan

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Goklas
Aktivitas warga terdampak banjir pada momen Lebaran di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan anggaran Rp 25 miliar untuk penanganan banjir di Kota Medan.

Anggaran ini, terkhusus untuk pembebasan lahan di sekitar Sungai Bedera dan Sungai Babura sebagai upaya meminimalisir dampak banjir di Kota Medan.

Pemko Medan mengharapkan konsultan Engineering Services Project (ESP) memberikan gambaran teknis penanganan banjir berikut titik-titik pembebasan lahan yang harus dilakukan di Daerah Aliran Sungai Bedera dan Babura.

Baca juga: Bobby Nasution Akui Pengerjaan Tanggul Banjir Rob di Kampung Nelayan Indah Pakai Alat Pinjaman

Hal ini terungkap dalam Rapat Pembahasan Hasil Kajian Manajemen Pengendalian Banjir Medan yang dihasilkan konsultan ESP yang dilakukan Pemko Medan belum lama ini.

"Kami Pemko Medan siap menanggulangi permasalahan sosial untuk penanganan banjir ini. Untuk permasalahan anggaran pembebasan lahan kami juga siap.

Bahkan di tahun anggaran ini, kami juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar. Tapi, titiknya kami hanya mengikuti rekomendasi dari ESP,” ujar Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam rapat tersebut.

Selain menganggarkan dana khusus untuk pembebasan lahan warga, dalam penanganan banjir Pemko Medan juga fokus dalam normalisasi drainase.

Baca juga: Kota Tanjungbalai Tergenang Banjir Rob, Warga: Besok Puncak Banjir

Namun, hal tersebut hingga kini belum berdampak signifikan karena banjir masih rutin terjadi di Kota Medan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan perkembangan penanganan titik-titik banjir di Kota Medan sejauh ini belum berdampak signifikan.

"Ya, setiap dilakukan normalisasi saluran drainase ataupun pembersihan saluran drainase pada suatu kawasan tentunya ada efek pengurangan titik genangan, tapi memang tidak sebanyak jika apabila Kita merehab saluran drainase ataupun membangun saluran drainase baru," ujar Zulfansyah ketika dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved