Breaking News:

Wanita Digantung di Kebun Kopi

Dua Wanita Pembunuh di Simalungun Terancam 15 Tahun Penjara, Kapolres Beber Motif Pelaku

Polres Simalungun menggelar konferensi pers terkait pembunuhan sadis Portan Tumanggor, wanita paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
TribunMedan.com/Istimewa
AS (40) dan HT (45), pelaku pembunuhan Portan Tumanggor (25) di Nagori Tano Tingkir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (27/5/2021). Setelah membunuh, kedua pelaku membuat korban seolah-olah tewas gantung diri. (TribunMedan.com/Istimewa) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Polres Simalungun menggelar konferensi pers terkait pembunuhan sadis Portan Tumanggor, wanita paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Konpers digelar di Asrama Polisi Pematangsiantar, Senin (31/5/2021) siang dipimpin Kapolres AKBP Agus Waluyo.

Porta Tumanggor dibunuh di perladangan Nagori Tanjung Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada Kamis (27/5/2021) lalu.

Dalam paparannya Kapolres mengatakan kedua pelaku pembunuhan berupaya membuat skenario seolah-olah korbannya, Portan Tumanggor bunuh diri.

Pelaku pembunuhan Porta Tumanggor adalah Anaria Sipayung (40) dan Halima Telambanua (45), yang masih sekampung dengan korban.

"Kedua pelaku berupaya membuat skenario seolah-olah ini menjadi peristiwa bunuh diri," kata Kapolres seraya menyebut masih akan mengumpulkan alat bukti lain untuk melihat kasus ini berencana atau tidak.

Baca juga: BREAKING NEWS Kisah Pilu Wanita yang Digantung di Kebun Kopi, Merantau Hingga Hidup Sebatang Kara

Kapolres mengatakan, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka melakukan tindak pidana melanggar Pasal 338 Subsidair Pasal 170 ayat 2 huruf e atau Pasal 365 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

Motif kedua pelaku tega menghabisi nyawa wanita 52 tahun adalah sakit hati lantaran tidak diberikan uang pinjaman.

"Yang bersangkutan sering meminjam uang dan tidak dikasih. Tersangka AS pernah meminjam uang besarnya sekitar Rp 150 ribu dan Rp 200 ribu selama 4 kali dan HT sekitar 2 kali meminjam uang, motif awalnya begitu," ujar Kapolres.

Baca juga: Tak Dipinjami Duit, Dua Wanita Ini Tega Bunuh Portan Tumanggor lalu Gantung Jasadnya di Pohon

Dalam perkara ini, kedua pelaku melarikan diri ke Medan dengan membawa perhiasan serta uang milik korban dari ladang.

Mereka membawa uang korban sebanyak Rp 5,5 juta dan sebagiannya sudah dibelanjakan.

"Total uang yang diambil dari korban sekitar Rp 5,5 juta. Untuk lainnya yang ditanyakan silakan berkomunikasi dengan Kasat Reskrim (AKP Rachmat Aribowo)," kata mantan Kapolres Toba ini.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved