Breaking News:

Sidang Vonis Pembunuhan Raja Adat Samosir Ditunda, Pengacara Harap Terdakwa Dihukum Mati

Sidang beragenda putusan perkara pembunuhan raja adat Samosir Rianto Simbolon batal digelar hari ini, Senin (31/5/2021).

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Tujuh orang anak Rianto Simbolon, raja adat di Samosir yang dibunuh beberapa waktu lalu, mendatangi Polda Sumut pada Senin (30/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sidang beragenda putusan perkara pembunuhan raja adat Samosir Rianto Simbolon batal digelar hari ini, Senin (31/5/2021).

Dwi Ngai Sinaga SH MH, kuasa hukum korban, mengatakan, sidang putusan ditunda pada Rabu atau Kamis (3/5/2021) mendatang

"Harusnya putusan dilakukan hari ini, namun ditunda," ujar Dwi Ngai, Senin.

Ia menuturkan, kemungkinan sidang akan digelar di PN Balige pada Rabu atau di PN Samosir cabang PN Balige pada Kamis.

Hingga saat ini, baik Dwi Sinaga maupun para keluarga korban sedang menunggu di Balige, Toba.

Dwi tetap berharap majelis hakim bisa memberikan keadilan terhadap keluarga korban.

Sebelumnya, Dwi dan keluarga almarhum merasa kecewa karena jaksa menuntut terdakwa Justinus Simbolon selama 20 tahun penjara, sementara empat terdakwa lainnya; Bilhot Simbolon, Pahala Simbolon, Tahan Marlundak Simbolon, dan Parlin Sinurat dituntut penjara masing-masing 19 tahun.

"Harusnya dijatuhkan hukuman mati khusus pelaku utama atau otak pelaku dari rencana pembunuhan ini," kata Dwi.

Merujuk Pasal 340 jo pasal 55 KUHP tentang pembunuhan berencana, menurut Dwi, sudah selayaknya para pelaku dijatuhkan hukuman mati. Dwi berharap majelis hakim jeli merujuk kepada pasal yang sudah ada.

"Bagaimanapun kita harus memahami kasus ini benar-benar mencuri perhatian publik secara nasional. Para hakim dan jaksa harusnya memiliki empati dan perasaan dengan melihat nasib 7 anak almarhum Rianto Simbolon," imbuh Dwi.

Baca juga: Jaksa Tuntut Pembunuh Rianto Simbolon 20 Tahun Penjara, Keluarga Korban Mengaku Kecewa

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved