TERKUAK Motif Duo Wanita 'Pencabut Nyawa', Ini Percakapan Keduanya sebelum Habisi Nyawa Porta

Dalam keterangannya, Anaria Sipayung mengatakan bahwasanya mereka punya sakit hati pribadi dengan korban.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Alija Magribi
Dua pelaku pembunuhan Porta Tumanggor, petani kopi asal Tanjung Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun dihadirkan dalam konferensi pers, Senin (31/5/2021). (Tribun-medan.com/ Alija Magribi) 

Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi duduk tergantung dan terikat kain panjang di pohon kopi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani di area ladang.

Sejak awal, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rahmat Wibowo, menduga ada yang janggal dari kematian korban.

Pasalnya, posisi jasad korban tak seperti orang gantung diri pada umumnya.

"Kita masih selidiki. Mayat posisi duduk tergantung dan terikat di pohon kopi dengan kain panjang dalam posisi terjerat di leher," kata Rahmat.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk diautopsi.

Diperkirakan korban meninggal 8 sampai 12 jam sebelum ditemukan.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved