Breaking News:

Ephorus HKBP: Kita Kehilangan Pendeta PWT Simanjuntak yang Ceria dan Sabar

Keterlibatan Pendata PWT Simanjuntak yang menjadi Ephorus HKBP periode 1992-1998 dengan gereja telah dimulai bahkan sebelum mendiang menjadi pendeta

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
Tribun-medan.com/HO
Pendeta PWT Simanjuntak saat memberikan khotbah semasa hidup. (Tribun-medan.com/HO) 

Ia mempertegas sosok mantan ephorus itu di mata rekan-rekannya dan jemaat HKBP.

Baca juga: Mengenang Pendeta PWT Simanjuntak, Ephorus HKBP di Masa Perpecahan, Mantan Anggota DPR-GR/MPRS

"Mereka semua mengatakan bahwa pendeta ini adalah pendeta yang sabar, penuh sukacita, dan beriman teguh," ungkapnya.

"Itu sebabnya walaupun ia sudah berumur 80 tahun lebih, dia masih menyetir. Dan ia meninggal tidak ada keluhan," sambungnya.

Ephorus HKBP Robinson Butarbutar mengatakan, kali terakhir berkomunikasi, semangat hidup Pendeta PWT Simanjuntak sangat terasa olehnya.

"Saya sempat bertelepon dengan dia. Dia mengungkapkan sangat senang bahwa saya bertelepon dan dia tidak mengeluhkan apapun," jelasnya.

"Kira-kira begitu kesannya, maka kami sebagai pendeta muda tetap setia terus melayani sampai akhir," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved