Breaking News:

Kembangkan Model Desa Tangguh Bencana, Yagasu Aceh Gandeng Pemerintah Resmikan Ekowisata Mangrove

Keberadaan hutan mangrove atau bakau di kawasan pesisir berperan sangat penting bagi keseimbangan alam, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Editor: Ismail
Dok. Yagasu Aceha
Kegiatan Peresmian Ekowisata Mangrove dan Penanaman Mangrove Bersama, Yagasu mengundang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat, Senin( 30/5/2021). 

TRIBUNMEDAN.ID, LANGKAT - Keberadaan hutan mangrove atau bakau di kawasan pesisir berperan sangat penting bagi keseimbangan alam, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Berbagai kebijakan dan program prioritas terus digalakkan melalui upaya-upaya pelestarian lingkungan yang diharapakan dapat menciptakan berbagai solusi bagi berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi hari ini.

Yagasu Aceh sebagai Non Government Organization yang berfokus pada pemulihan ekosistem mangrove guna menciptakan ekosistem yang baik untuk mendukung keanekaragaman hayati, masyarakat dan iklim, mengembangkan program-program serta melakukan berbagai riset ilmiah yang bertujuan untuk melindungi lingkungan dan mengembangkan program masyarakat dalam membantu pemerintah dalam aktifitas ini.

Foto bersama kelompok LPHD Pasar Rawa, Yagasu dan rombongan Dirjen
Foto bersama kelompok LPHD Pasar Rawa, Yagasu dan rombongan Dirjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigras. (Dok. Yagasu Aceh)

Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat, Senin( 30/5/2021), melalui Kegiatan Peresmian Ekowisata Mangrove dan Penanaman Mangrove Bersama, Yagasu mengundang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Bapak Ir. Eko Sri Haryanto, MM, Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Bapak Dr. Sumarlan, Spd, M.Si, Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Bapak Ir. Herianto, M.Si, Bupati Langkat yang diwakilkan Kepala Dinas PMD Kabupaten Langkat Bapak H. Sutrisuanto, S.Sos, MAP, Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Utara Bapak Ir. H. Asfan Sofian, MM, Kepala UPT KPH wilayah I Stabat Bapak Ir. Puji, Kepolisian Resort dan Komando Resort Langkat, beserta seluruh jajaran kedinasan baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kecamatan.   

Meilinda Suriani Harefa selaku Direktur Program Yagasu Aceh menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan semangat para undangan yang mendukung peresmian lokasi ekowisata mangrove di Desa Pasar Rawa sebagai salah satu upaya pengembangan dan penguatan desa pesisir sebagai desa yang tangguh bencana iklim, seperti banjir rob, erosi, instrusi air laut dan lainnya.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Bapak Ir. Eko Sri Haryanto, MM menyambut baik kerjasama yang diusulkan oleh Yagasu ini sehingga dapat dalam implementasinya model pengembangan ekowisata mangrove ini dapat direplikasi di desa-desa pesisir lainnya di Indonesia.

Kerjasama tersebut diimplementasikan dengan meningkatkan sistem pengelolaan ekosistem yang berkesinambungan (sustainable ecosystem management) Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem pesisir, pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan lokal sesuai dengan target Pemerintah Republik Indonesia tentang pembangunan rendah karbon serta berkontribusi terhadap target Sustainable Development Goal (SDG): Goal 13 Climate Action, Goal 1 End of Poverty, Goal 14 Life below water, Goal 15 Life on Land dan Goal 5 Gender Equality.

Kepala Desa Pasar Rawa Bapak Bambang A.S pada kesempatan ini juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak sehingga desa mereka terpilih menjadi salah satu lokasi pengembangan model desa tangguh bencana iklim.

Beliau menyampaikan bahwa Yagasu merupakan satu-satunya NGO yang pertama sekali memberikan bantuan pembibitan, penanaman mangrove dan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan sehingga baik beliau maupun Ketua Kelompok LPHD Desa Pasar Rawa Bapak Rudi menyampaikan bahwa kelompok akan selalu berupaya kompak dan aktif dalam upaya melestarikan hutan mangrove yang ada di desa serta berkomitmen dalam pengembangan ekowisata mangrove ini sehingga bukan hanya lingkungan desa saja yang terjaga namun taraf ekonomi masyarakat juga dapat meningkat.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penanaman mangrove bersama secara simbolis yang menlibatkan seluruh undangan pada acara ini dengan tujuan dapat memperluas hutan mangrove di Desa Pasar Rawa.

Luas hutan mangrove Desa Pasar Rawa pada tahun 2019 adalah 885 ha, tahun 2020 1.051 ha, tahun 2021 seluas 1053 ha dan berharap akan semakin meningkat dengan kegiatan restorasi dan perlindungan hutan mangrove. Tentunya dalam menggapai harapan tersebut Desa Pasar Rawa memerlukan dukungan dan bimbingan baik dari Yagasu, pemerintah seperti Kemendesa, PDT dan Transmigragi, UPT KPH Wil I Stabat, Dinas Pariwisata dan seluruh elemen masyarakat.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved