Breaking News:

Tersangka Begal Sadis Helvetia Beraksi Mulai Subuh, Targetnya Korban yang Berhenti di Lampu Merah

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan tersangka ALT ternyata tidak bekerja sendiri.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas kepolisian mendorong kursi roda tersangka saat gelar kasus tindak kejahatan jalanan di Mako Polrestabes Medan, Rabu (2/6/2021). Petugas kepolisian setempat berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap tujuh tersangka dan menyita sejumlah barang bukti diantaranya sebilah pisau dan sepeda motor korban. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tersangka begal Helvetia meringis kesakitan di atas kursi roda ketika menjalani pemaparan kronologi peristiwa di Polrestabes Medan, Rabu (2/6/2021). Kaki tersangka ALT (40) dibalut perban.

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan tersangka ALT ternyata tidak bekerja sendiri. Polisi melakukan pengembangan dan menjaring enam tersangka lain.

Kombes Tatan mengatakan tersangka sadis ini menggunakan motif baru dalam melakukan aksi kejahatannya. Tersangka sudah menunggu dari subuh untuk menemukan target.

"Tersangka utama yang berinisial ALT ini modus baru. Karena pelaku bersangkutan dari subuh dini hari sekitar jam 3 atau 4 sudah berada di lokasi," kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko di Polrestabes Medan.

Baca juga: Langgar Zona Teritorial, Tiga Kapal Malaysia Ditenggelamkan di Perairan Belawan

Baca juga: Mobil Alami Pecah Ban dan Tabrak Minibus Pulang Melayat, Satu orang Tewas, 9 Luka-luka

Berdasarkan rekaman CCTV yang berada di pinggir jalan, polisi melihat tersangka ALTmondar-mandir berjalan kaki di dekat Rumah Sakit Paru. Lalu, sesekali, ia sempat menyebrang lampu merah.

"Selain itu juga beli air minum, lalu kembali mutar - mutar dan menyebrang jalan. Begitulah berulang mulai pukul 06.00 WIB - 08.45 WIB," katanya.

Terakhir, ALT pun menunggu di depan pintu gerbang rumah sakit sekitar satu jam. Tersangka melakukan penyerangan terhadap korban secara acak dengan skema beraksi di saat pergantian lampu merah ke hijau.

"Jadi kita amati yang bersangkutan menunggu sasaran lebih kurang satu jam setengah. Kemudian untuk korban acak. Untuk modus sepertinya baru. Kalau diperhatikan ALT melakukan aksi pada saat peralihan lampu merah ke lampu hijau," sebutnya.

"Jadi saat masyarakat mau bergerak tersangka melakukan aksinya," tutupnya.

Kombes Tatan menjelaskan tersangka ALT (40) ternyata residivis pelaku 365. Sementara enam lainnya merupakan 480 jaringan Medan, Binjai, dan Aceh.

Halaman
12
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved