Breaking News:

Bupati Toba Poltak Sitorus Janji Terjunkan Tim Identifikasi dan Verifikasi ke Desa Natumikka

Dengan hal itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim identifikasi dan verifikasi ke Desa Natumikka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ MAURITS
Pihak Kabupaten janjikan akan menurunkan tim identifikasi dan verifikasi untuk menyelesaikan sengketa lahan masyarakat adat Natumikka yang kini tengah diolah PT TPL.  

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Setelah bertutur dan bermusyawarah dengan masyarakat adat Desa Natumikka, Bupati Toba Poltak Sitorus akan menurunkan Tim Identifikasi dan Verifikasi ke Desa Natumikka.

Di depan masyarakat adat yang tengah berkumpul di Desa Natumikka pada Kamis (3/6/2021) akan menerjunkan Tim Identifikasi dan Verifikasi.

Terlihat masyarakat adat yang berada di berhadapan langsung dengan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pihak Kabupaten janjikan akan menurunkan tim identifikasi dan verifikasi untuk menyelesaikan sengketa lahan masyarakat adat Natumikka yang kini tengah diolah PT TPL. 
Pihak Kabupaten janjikan akan menurunkan tim identifikasi dan verifikasi untuk menyelesaikan sengketa lahan masyarakat adat Natumikka yang kini tengah diolah PT TPL.  (TRIBUN MEDAN/ MAURITS)

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Timnas Indonesia vs Thailand, Akses Di Sini Nonto Live Streaming

Kepala Desa Natumikka Torang Sitorus menjelaskan bahwa masyarakat adat telah sepakat bahwa tanah adat yang kini masih menjadi lahan sengketa diurus agar secepatnya menjadi tanah adat sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2020.

"Itulah yang menjadi perjuangan kami. Kami masyarakat adat Natumikka telah sepakat dan berjuang agar tanah tersebut menjadi tanah ulayat," ujar Kades Natumikka Torang Sitorus.

Setelah menyampaikan penjelasannya, Bupati Poltak Sitorus menyetujui permintaan tersebut.

Dengan hal itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim identifikasi dan verifikasi ke Desa Natumikka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba.

"Kita akan menurunkan tim Verifikasi dan Identifikasi untuk menyelidiki kasus tersebut. Agar masyarakat memggunakan lahan ini, mengusulkan lokasi yang diminta dalam Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA)," ungkap Bupati Toba Poltak Sitorus pada Kamis (3/6/2021).

"Yang kedua, melalui pengakuan tanah adat, dengan berpedoman pada Permedagri Nomor 52 Tahun 2014. Dan ini sesuai dengan  Perda Nomor 1 Tahun 2020,"  sambungnya.

"Melalui kerja sama kemitraan perseroan dalam hal ini perseroan telah bersedia menyediakan bibit dan pupuk sebagaimana yang terjadi desa lainnya. Masyarakat bisa menanam dengan perseroan sebagai bapak angkat," lanjutnya.

Baca juga: 7 Keistimewaan Kopi Sidikalang Yang Wajib Diketahui, Pesaing Kuat Kopi Brazil

Terkait tim identifikasi dan verifikasi, Sekdakab Toba Audi Murphy Sitorus memberikan penjelasan.

"Soal panitia atau tim yang akan melakukan ini, identifikasi dan verifikasi. Yang paling pertama kita lakukan identifikasi, besok juga saya pikir sudah bisa turun," terang Audi Murphy Sitorus.

Setelah berselang beberapa jam, pihak DPRD Sumut datang sambangi warga Desa Natumikka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba.

"Jangan jadi api dalam sekam. Tolong verifikasi dan identifikasi secepatnya jangan berlarut-larut," tegas angota Komisi A DPRD Sumut.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved