Breaking News:

BELASAN Truk Pengangkut Kayu ke PT TPL Diadang Masyarakat Matio, Ini Sebabnya

Lumpur ini memenuhi sumber mata air utama yang membuat ketidakstabilan tanah menopang air.

Tribun-medan.com/HO
Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO) 

Belasan Truk Pengangkut Kayu ke PT TPL Diadang Masyarakat Matio Karena Mata Air Mereka Rusak Akibat Ulah PT TPL

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Masyarakat Adat Matio Pomparan Oppu Pantumpanan Siagian melakukan blokade jalan untuk kegiatan lalu lintas PT TPL di daerah Matio.

Terkait hal ini, seorang anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Hengky Malau menjelaskan bahwa aksi tersebut bermula akibat adanya dugaan tindakan perusakan sumber mata air utama masyarakat Matio.

Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO)
Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

Disebutkan kalau sumber mata air utama yang rusak adalah akibat dari pemanenen pohon eukaliptus

"Air minum masyarakat dirusak dan dicemari oleh pekerja PT TPL. Menurut warga sekitar, pihaknya sudah berulang kali diadukan atau dikomplain tapi mereka tidak pernah mengindahkannya, hanya berjanji-janji saja, tidak ada niat untuk mengubah keadaan," tutur Hengky Malau saat dikonfirmasi Tribun-medan.com pada Jumat (4/6/2021).

Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO)
Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

"Padahal menurut UU Lingkungan Hidup, kegiatan perusahaan harus memiliki jarak minimal ke sumber air. Tetapi sebaliknya, malah pekerja mandi, mencuci dan bahkan membuang kotoran di penampungan bak air minum masyarakat adat Matio. Tentunya ini semakin menyakiti hati kami," katanya.

Hengku bilang masyarakat Matio tidak akan memperbolehkan lalu lintas PT TPL sebelum menghadirkan pihak Dinas Lingkungan Hidup agar meninjau kerusakan yang terjadi pada sumber air minum mereka.

Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO)
Truk pengangkut kayu eukaliptus ke PT TPL diberhentikan oleh masyarakat Matio. (Tribun-medan.com/HO) (Tribun-medan.com/HO)

Dari hasil tinjauannya di lokasi, hingga Senin (31/5/2021) malam, setidaknya ada 13 truk pengangkut ekaliptus PT TPL yang dihentikan.

"Ketika pemblokiran itu terjadi, Humas dan Satpam PT TPL menjumpai warga. Akan tetapi masyarakat Matio menyuruh mereka pulang, dan meminta agar dihadirkan pihak Lingkungan Hidup," katanya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa menurut pengalaman masyarakat, pernah terjadi kekeringan air minum selama tiga hari.

Halaman
1234
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved