Direktur Bantah Tudingan Regulator Tabung Oksigen di RS Pirngadi Tak Pernah Dikalibrasi
Menurutnya ada tim khusus yang melakukan proses kalibrasi terhadap regulator oksigen yang dianggap menjadi penyebab meninggalnya seorang pasien.
Penulis: Fredy Santoso |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Fredy Santoso
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur RSUD dr Pirngadi Suryadi Panjaitan membantah pernyataan Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan regulator oksigen di rumah sakit plat merah itu tidak dikalibrasi secara rutin.
Ia mengatakan RSUD dr Pirngadi itu melakukan pengawasan terhadap alat-alat kesehatan yang berada di rumah sakit. Terlebih itu menyangkut keselamatan pasien.
Bahkan, menurutnya ada tim khusus yang melakukan proses kalibrasi terhadap regulator oksigen yang dianggap sebagian pihak menjadi penyebab meninggalnya seorang pasien yang sempat viral sepekan yang lalu
"Tidak ada. Kami tetap melakukan itu dengan pengawasan yang betul. Kami kan ada instalasi khusus untuk itu," kata Direktur RS Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan di Kantor Ombudsman RI Sumut, pada Jumat (4/6/2021).
Terkait yang disebutkan Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan soal tidak dilakukan kalibrasi selama bertahun-tahun, Suryadi menjelaskan akan melakukan pemeriksaan internal.
Ia menyebutkan akan segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan BPFK Medan itu.
"Jadi nanti kita bisa konfirmasi lagi ke staf. Tapi yang jelas Pirngadi akan memberikan pelayanan terbaik. Tidak pernah menelantarkan pasien," ucapnya.
RS Pirngadi Medan dilaporkan tidak melakukan pengajuan kalibrasi terhadap regulator oksigen yang ada di rumah sakitnya selama tiga tahun.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan, Wahyudi Ifani saat dipanggil oleh Ombudsman Sumut pada Jumat (4/6/2021)
"Jadi di data kami tidak ada yang menyatakan alatnya bagus atau tidak sesuai prosedur. Karena memang tidak ada pengajuan mulai dari 2018, 2019 sampai terakhir 2020 kosong, belum ada," ucapnya.
(cr25/tribun-medan.com)